Kompas.com - 04/09/2012, 10:30 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Sebagian orang beralih kepada sayuran dan bahan pangan lain yang berlabel organik karena ingin lebih sehat. Namun studi terbaru menyebutkan bahan pangan organik sebenarnya tidak lebih sehat dari pangan non-organik.

Bahan makanan organik memang lebih rendah paparan pestisida dan antibiotik, namun pada dasarnya kandungan vitamin dan nutrisi produk organik sama saja dengan yang non-organik.

"Orang memilih membeli produk organik karena berbagai alasan tapi terutama karena ingin sehat. Cukup banyak pasien yang bertanya adakah alasan kesehatan untuk mengonsumsi produk organik," kata Dr.Crystal Smith-Spangler dari Universitas Stanford, yang melakukan penelitian.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Smith-Spangler dan timnya menganalisa 200 penelitian yang membandingkan kesehatan orang yang rutin mengonsumsi produk organik dan makanan konvensional, serta mengetahui kandungan nutrisi dalam produk organik itu sendiri.

Produk organik dan non-organik yang diteliti termasuk sayuran, buah-buahan, daging, susu, telur, daging unggas, serta padi-padian.

Kebanyakan penelitian tidak dengan spesifik menyebutkan standar apa saja yang terdapat dalam makanan organik, yang membuat harga produk tersebut dua kali lipat dari produk konvensional.

Sementara itu menurut standar Departemen Pertanian Amerika Serikat, pertanian organik harus menghindari penggunaan pestisida dan penyubur tanaman sintetis, hormon, dan antibiotik. Peternakan organik juga harus bisa menyediakan rumput saat menggembalakan ternaknya.

Sebaliknya dengan pertanian dan peternakan konvensional yang sering memakai pestisida untuk membunuh hama dan memakai campuran antibiotik dalam pakan ternak untuk meningkatkan berat badan dan mencegah ternak terkena penyakit.

Dari analisa yang dilakukan Smith-Spangler, ditemukan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan jumlah vitamin dalam produk organik dan non-organik, baik produk hewani atau nabati.

Perbedaan nutrisi sedikit berbeda pada susu organik dan daging ayam organik yang mengandung lebih banyak asam lemak omega-3. Tetapi itu pun hanya sedikit penelitian yang menemukannya.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
Eritema Multiforme

Eritema Multiforme

Penyakit
7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

Health
Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Health
13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

Health
Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.