Kompas.com - 31/01/2013, 18:39 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Di era teknologi yang berkembang pesat seperti sekarang, para orang tua perlu menjaga anak-anak agar terhindar dari dampak negatif, namun juga tetap mendapat dampak positifnya.

Menurut psikolog senior Ratih Ibrahim, para orang tua perlu membiarkan anak untuk tetap melek teknologi, tetapi tidak serta merta membebaskan mereka dalam penggunaan teknologi. Salah satu contoh sederhana adalah penggunaan gadget seperti ponsel, tablet ataupun laptop. 

Ratih berpendapat, orang tua tetap perlu membuat pembatasan pada penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, penggunaan yang tidak terkendali akan sangat berpengaruh terhadap konsentrasi anak.

"Ibarat ikan, dulu kita hidup di air tawar. Seiring perkembangan zaman, saat ini kita hidup di air payau. Kita tidak bisa memaksakan anak untuk menjalani gaya hidup di air tawar, karena mereka sudah dilahirkan di air payau," ungkapnya, Kamis (31/1/2013) di Jakarta. .

Artinya, para orang tua perlu membiarkan anak untuk tetap akrab dengan teknologi, tetap dengan menerapkan peraturan dan pembatasan. Karena jika tidak, yang dikhawatirkan Ratih adalah anak-anak akan lebih tertarik dengan gadget dan tidak tertarik dengan kehidupan nyata.

Layar gadget yang berkedip dengan cepat dapat menstimulasi otak anak-anak untuk merasa tertarik. Ketertarikan inilah yang membuat kehidupan nyata menjadi membosankan bagi anak-anak, jelas Ratih.

Oleh karenanya, kata  dia, perlu adanya pembatasan oleh para orang tua dalam penggunaan gadget. "Beri pengertian pada anak Anda bahwa fungsi gadget adalah untuk berkomunikasi sehingga penggunaannya perlu dibatasi," ujarnya.

Hal ini juga berlaku bagi orang tua, karena orang tua adalah role model bagi anak. "Jangan sampai orang tua melarang anak menggunakan gadget namun tidak membatasi gadget untuk diri mereka sendiri," ungkap psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Namun terkadang, ada pula orang tua yang malah mengalihkan perhatian anak dengan gadget karena tak ingin anaknya bergerak terlalu aktif. Padahal menurut Ratih, bergerak aktif adalah salah satu proses alamiah anak dan tak perlu dialihkan dengan penggunaan gadget.

"Anak-anak memang tipikalnya tidak bisa diam, biarkan saja, nanti juga ada masanya mereka tidak terlalu aktif. Malah begitu yang bagus, jangan dilarang, apalagi dialihkan dengan gadget," pungkas Ratih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.