Kompas.com - 13/07/2013, 10:53 WIB
Warga berdoa di masjid saat hari pertama puasa Ramadhan 1434 Hijriah di Jakarta, 10 Juli 2013. AFP PHOTO / ADEK BERRYWarga berdoa di masjid saat hari pertama puasa Ramadhan 1434 Hijriah di Jakarta, 10 Juli 2013.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Orang yang menderita diabetes melitus atau diabetesi sebenarnya aman untuk berpuasa, asalkan diabetesnya terkendali dengan baik dan tidak sedang menderita penyakit lain. Diabetes terkendali dengan baik berarti kadar gula darahnya kurang dari 180 mg/dl.

Berpuasa sendiri, menurut pakar endokrin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Em Yunir, Sp.PD, bisa meningkatkan risiko kesehatan bagi diabetesi. Risiko tersebut antara lain gula darah terlalu rendah (hipoglikemia), gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), dehidrasi, ketoasidosis, dan sumbatan pada pembuluh darah (trombosis).

Guna menghindari risiko-risiko tersebut, imbuh Yunir, maka diabetesi harus mampu melakukan pemeriksaan secara mandiri kadar gula darah mereka. Pemeriksaan gula darah dilakukan saat sebelum berbuka dan dua jam setelah berbuka, sebelum tidur, sebelum sahur, tengah hari, dan sesuai kebutuhan.

"Setiap hasil pemeriksaan menentukan apa yang harus dilakukan setelahnya, apakah bisa melanjutkan puasa atau tidak," kata Yunir dalam seminar bertajuk "Kelola Diabetes Anda secara Tepat selama Berpuasa" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yunir memaparkan hasil pemeriksaan yang mengharuskan diabetesi membatalkan puasanya. Pertama, yaitu apabila terjadi tanda-tanda hipoglikemia atau kadar gula darah kurang dari 60 mg/dL.

"Seringkali bila hasil pemeriksaan menunjukkan hipoglikemia, diabetesi malah memilih untuk tidur. Padahal itu sangat berbahaya, gula darah bisa lebih rendah lagi," papar sekretaris jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) ini.

Bahkan, imbuh Yunir, pembatalan tetap harus dilakukan meskipun waktu berbuka puasa tinggal setengah jam lagi. "Penundaan berbuka puasa beberapa menit saja bisa berakibat fatal," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, diabetesi perlu membatalkan puasa apabila gula darah kurang dari 70 mg/dL pada beberapa jam setelah sahur, khususnya pengguna insulin pada waktu sahur.

Yunir mengatakan, setelah sahur seharusnya gula darah lebih tinggi. Dikhawatirkan apabila sudah mencapai angka tersebut hanya beberapa jam setelah sahur, maka akan lebih rendah lagi setelahnya.

Risiko hiperglikemi juga tak boleh disepelekan diabetesi. Maka sebaiknya apabila gula darah lebih dari 300 mg/dL diabetesi juga perlu membatalkan puasa.

"Yang perlu diingat, diabetesi jangan sampai memaksakan berpuasa. Jika sudah ada tanda-tanda pusing, lemas, tangan berkeringat, segeralah batalkan puasa," tandas Yunir.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.