Kompas.com - 10/09/2013, 17:50 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com —
Sebagian orang tertarik dengan penampilan fisik lawan jenisnya, sebagian lagi dengan kepribadiannya. Namun, menurut sebuah studi baru, setiap orang secara tidak sadar tertarik pada lawan jenisnya berdasarkan dari bau badannya.

Para ilmuwan menyimpulkan, manusia dapat mencium adanya gen yang kompatibel lawan jenisnya dari bau badan mereka. Dan mereka pun akan cenderung lebih tertarik jika lawan jenis memiliki gen tersebut.

Dalam buku barunya, The Compatibility Gene, Profesor Daniel Davis menjelaskan, gen tertentu dapat memengaruhi seberapa menarik seseorang terhadap calon pasangannya. Profesor asal University of Manchester ini juga percaya, pasangan yang cocok dapat mencium bau dengan kode genetik yang optimal.

Simpulan tersebut berawal dari sebuah percobaan yang dilakukan oleh ilmuwan asal Swiss, Claus Wedekind. Dalam percobaan tersebut, ilmuwan mempelajari tentang kecocokan gen pada sekelompok mahasiswa dan mahasiswi.

Para peneliti meminta mahasiswa untuk mengenakan sebuah kaus yang sama selama dua malam. Peneliti juga meminta agar mahasiswa tidak memakai wewangian apa pun yang dapat mengubah bau badan alami mereka.

Di akhir hari kedua, peneliti meletakkan kaus-kaus bekas pakai dalam kotak yang berbeda. Kemudian mereka meminta mahasiswi untuk mencium bau kaus dan memberikan peringkat bau berdasarkan intensitas, kesedapan, dan keseksian.

Hasilnya menunjukkan, wanita cenderung untuk menyukai bau pria yang memiliki gen yang berbeda darinya. Para peneliti mengatakan, hal tersebut secara alamiah tercipta untuk memberikan keuntungan genetik pada keturunan mereka.

"Setiap individu memiliki susunan gen yang hampir sama dari sekitar 25.000 gen. Beberapa gen bervariasi pada setiap orang yang menentukan warna mata atau rambut tertentu," ujar Davis.

Dalam bukunya, Davis menuturkan tentang kecocokan gen yang bervariasi pada setiap orang. Yang utama dari setiap gen adalah gen sistem imun yang berfungsi untuk melawan penyakit.

"Namun studi baru menunjukkan hal yang lebih penting, yaitu ternyata otak kita sudah diprogram untuk mengenali gen pasangan guna memperoleh keturunan yang lebih baik," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.