Kompas.com - 28/09/2013, 15:32 WIB
Kehamilan ShutterstockKehamilan
|
EditorWardah Fazriyati

KOMPAS.com - Pemeriksaan kehamilan merupakan bagian dari Antenatal Care (ANC). ANC akan mencegah berbagai masalah yang terjadi saat hamil termasuk risiko kematian ibu akibat kehamilan.

ANC mencakup pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi ibu dan janin, mempersiapkan persalinan, dan memberikan info selengkapnya pada orangtua terkait proses kelahiran yang akan dijalani. Pemeriksaan rutin bertujuan mengawal kehamilan supaya berjalan normal, sehingga ibu dan anak tetap dalam kondisi sehat.

"Jangka waktu pemeriksaan berbeda, bergantung pada usia kehamilan. Makin tua usia kehamilan, jangka waktu semakin rapat," kata spesialis kandungan dr Bramundito SpOG dari Rumah Sakit Pondok Indah, pada temu media bertajuk Antenatal Care untuk Antisipasi Risiko Kehamilan, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bram menyarankan, untuk kehamilan awal sampai 28 minggu, pemeriksaan dilakukan sebulan sekali. Durasi meningkat jadi 2-3 kali dalam seminggu hingga kehamilan menginjak pekan ke 36. Pemeriksaan menjadi satu kali dalam seminggu hingga memasuki minggu-minggu kelahiran. Kelahiran biasanya terjadi pada pekan ke 38 sampai 40.

"Untuk pemeriksaan awal sebaiknya dilakukan sedini mungkin, walau calon ibu belum hamil. Pada tahap ini bisa dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium terhadap kondisi calon ibu," kata Bram.

Melalui pemeriksaan yang mencakup penilaian kesehatan dan potensi hipertensi, diabetes, atau kehamilan berisiko tinggi ini, bisa diketahui apakah calon ibu siap hamil. Jika saat pemeriksaan awal ibu sudah hamil, maka sedini mungkin bisa dilakukan pantauan kondisi dan posisi janin.

"Pemeriksaan ultrasonografi (USG) awal sedini mungkin akan memudahkan pantauan pergerakan janin. Selanjutnya bisa diperkirakan apakah bayi lahir normal atau sungsang, termasuk proses kelahiran yang dijalani," terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada setiap kunjungan, Bram memastikan tiap ibu hamil melakukan beberapa pemeriksaan rutin. Pemeriksaan ini adalah tekanan darah, berat badan, urin, ukuran uterus, bunyi jantung dan gerakan janin, kontraksi yang mungkin terjadi, potensi pendarahan serta pecah ketuban.

Pemeriksaan urin, kata Bram, bertujuan mengetahui potensi infeksi, preeklamsia, dan diabetes. Hal ini dimungkinkan karena melalui pemeriksaan urin akan diketahui kadar glukosa, protein, dan ada tidaknya darah.

Hal yang sama juga terjadi pada cek darah dan tekanannya secara rutin. Untuk usia kehamilan lebih dari 24 minggu, Bram menyarankan ibu bertanya tentang pergerakan janin. Selain itu Bram menyarankan ibu hamil mengeluarkan semua keluhannya supaya dicatat, dan dipastikan kondisinya baik-baik saja.

"Jangan lupa untuk menanyakan ada tidaknya kista dan kondisi rahim. Untuk kehamilan yang memasuki minggu ke-36 tanyakan bagian paling bawah," saran Bram.

Penilaian bagian paling bawah bisa digunakan untuk memperkirakan proses persalinan yang dijalani. Selama pemeriksaan, ibu hamil harus aktif bertanya dan mencari pengetahuan terkait kondisinya. Hal ini akan membantu ibu cepat tanggap pada perubahan kondisi tubuh dan kehamilannya. Pengetahuan yang dimiliki ibu juga membantu komunikasi antar dokter dan pasien, untuk memastikan persalinan berjalan lancar.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Punggung

Nyeri Punggung

Penyakit
13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Osteomalasia

Osteomalasia

Penyakit
4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

Health
Sakit Gigi

Sakit Gigi

Penyakit
Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Health
Anodontia

Anodontia

Penyakit
Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Health
Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.