Kompas.com - 04/10/2013, 09:50 WIB
Pengguna kendaraan bermotor tersendat di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Jakarta Timur, Senin (5/3/2013). Buruknya sistem transportasi massal di ibu kota dan pertambahan kendaraan yang tak terkendali semakin menambah kemacetan parah tiap hari. KOMPAS / AGUS SUSANTOPengguna kendaraan bermotor tersendat di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Jakarta Timur, Senin (5/3/2013). Buruknya sistem transportasi massal di ibu kota dan pertambahan kendaraan yang tak terkendali semakin menambah kemacetan parah tiap hari.
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Tingkat polusi terutama di kota-kota besar semakin memperhatikan. Spesialis kesehatan paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Budhi Antariksa menyatakan, polutan di kota-kota besar kadarnya bisa mencapai 10 kali lipat dibandingkan kota-kota lainnya.

Dengan kadar yang tinggi seperti itu, tentu polusi menjadi ancaman tersendiri bagi kesehatan kaum urban. Terlebih jika masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan sehingga berisiko besar terpapar emisi kendaraan.

Polusi diketahui merupakan sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan. Polutan seperti karbonmonoksida (CO) bisa berikatan dengan hemoglobin darah sehingga mengurangi kemampuannya berikatan dengan oksigen. Akibatnya, terjadilah peningkatan risiko penyakit saraf, jantung, atau paru-paru.

Penelitian juga menunjukkan, polusi dapat memicu pengerasan pembuluh darah arteri dan menurunkan kadar kolesterol "baik" dalam darah. Polusi juga dikaitkan dengan risiko autisma, diabetes, dan kanker pada anak.

Untuk mengurangi paparan polusi setiap hari, Budhi menuturkan cara-cara sederhana yang dapat dilakukan, sebagai berikut.

1. Pakai masker

Saat berjalan di pinggir jalan, menggunakan transportasi umum, ataupun sepeda motor, pastikan Anda menggunakan masker. "Masker setidaknya bisa menampis polutan," ujar Budhi saat dihubungi Kompas Health, Kamis (3/10/2013).

Budhi lebih merekomendasikan masker yang terbuat dari kain karena pori-porinya lebih rapat dibandingkan masker kertas sekali pakai.

2. Gunakan kaca mata

Paparan polusi tidak hanya perlu dihindari untuk dihisap hidung, mata pun membutuhkan perlindungan. Untuk mengurangi paparan polusi pada mata, Budhi menyarankan untuk selalu menggunakan kaca mata, terutama saat berjalan di pinggir jalan ataupun mengendarai sepeda motor.

Kaca mata berjenis kaca mata hitam sekaligus bisa dipakai untuk menghalau sinar ultraviolet yang merusak kesehatan mata. "Supaya mata tidak iritasi dan kemerahan, kaca mata perlu dipakai. Kalau mengendarai sepeda motor, bisa juga menggunakan helm dengan kaca penutup," kata Budhi.

3. Cuci masker setiap hari

Masker yang telah dipakai menyimpan polutan di dalamnya. Jika membiarkan masker yang sama untuk dipakai berhari-hari, Anda sama saja menghirup polutan yang sama. Karena itu, sebaiknya masker diganti setiap hari dengan yang baru atau bersih.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X