Kompas.com - 08/10/2013, 13:22 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com
- Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda satu dengan yang lain. Kelebihan juga berlaku pada penderita gangguan bipolar. Beberapa tokoh dunia dikenal sebagai penderita gangguan bipolar karena keunggulannya masing-masing seperti aktris Sinead O’ Connor, aktor Jim Carrey hingga novelis Sidney Sheldon.

Menanggapi kelebihan ini, psikiater dr. Nurmiati Amir Sp.KJ (K) mengatakan, penderita gangguan bipolar memang punya kecenderungan pintar. “Penderita bipolar memiliki episode yang disebut hipomanik. Saat inilah biasanya dia menjadi lebih pintar,” katanya.

Episode hipomanik, kata Nurmiati, merupakan rangkaian episode pada gangguan bipolar seperti halnya manik dan depresi. Rangkaian episode ini merupakan gangguan mood yang menjadi ciri khas penderita bipolar. Rangkaian episode terus berganti setiap harinya dengan durasi yang berbeda pada setiap penderita.

Episode hipomanik ditandai dengan kreativitas yang luar biasa, bahkan terlihat berlebihan dibanding orang lain pada umumya. Namun ide kreatif ini masih dapat diwujudkan dan realistis kendati di luar kebiasaan. Hal ini bertolak belakang dengan episode manik yang ditandai munculnya ide yang sangat tidak realistias dan berlebihan. Episode manik bahkan menyebabkan penderitanya merasa bangga diri.

“Hipomanik masih dalam tahap kewajaran. Sedangkan manik sangat berlebihan hingga penderita tampak berlimpah energi, sampai merasa tidak perlu tidur,” kata Nurmiati. Hipomanik sendiri merupakan episode khas bipolar tipe 2.

Gangguan bipolar tipe 2 umumnya muncul pada usia 15-24 tahun. Sayangnya, orangtua dan lingkungan umumnya luput memperhatikan gejala ini. Hal ini dikarenakan orangtua dan lingkungan kerap merasa penderita memang pintar. Jika penderita sedang tidak dalam episode hipomanik, maka keadaan tersebut dianggap biasa saja.

“Siapa yang tidak bangga bila punya anggota keluarga pintar? Kalaupun kemudian diketahui, beberapa penderita dan anggota keluarga menolak pengobatan karena merasa baik-baik saja. Padahal bila ditangani sejak dini, kemungkinan untuk pulih semakin besar,” ungkap Nurmiati.

Diagnosa pada usia muda juga memudahkan deteksi bipolar, dibanding pada usia tua yang kerap serupa dengan skizofrenia atau depresi unipolar. Hal ini dikarenakan, gangguan bipolar tidak mempengaruhi kemampuan kogitif sehingga seseorang masih bisa berprestasi. Kondisi ini jelas berbeda dengan gangguan skizofrenia.

“Penderita skizofrenia akan mengalami penurunan kemampuan kognitif, hingga akhirnya tidak melanjutkan pendidikan. Sementara penderita bipolar masih bisa berkreasi,” ujar Nurmiati.

Penanganan sedini mungkin, kata Nurmiati, mencegah kekambuhan semakin kerap terjadi. Sehingga penderita bisa lebih nyaman dan menjaga kualitas hidupnya. Tentunya pengobatan ini harus didukung lingkungan dan keluarga, yang menyediakan suasana kondusif bagi kesembuhan penderita.

“Karena itu perhatikanlah anggota keluarga dekat yang seolah memiliki loncatan mood. Jangan merasa baik-baik saja hanya karena dia pintar atau kreatif. Penaganan sejak dini usia muda sekaligus menutup kemungkinan perubahan tipe menjadi bipolar 2 hingga mixed type saat usia tua,” tandas Nurmiati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Myelofibrosis
Myelofibrosis
PENYAKIT
Oligomenore
Oligomenore
PENYAKIT
Konfabulasi
Konfabulasi
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.