Kompas.com - 09/12/2013, 12:28 WIB
shutterstock
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Peregangan sebelum latihan sangat penting bagi otot tubuh, namun ternyata peregangan pascalatihan juga sama pentingnya.

Meski mungkin masih kerap dilupakan pelaku fitnes, peregangan sesudah latihan sebenarnya memiliki peranan penting dalam fleksibilitas otot tubuh.

Selain itu peregangan pascalatihan juga diketahui memiliki beberapa manfaat penting, salah satunya dapat meningkatkan jangkauan gerak setelah melakukan latihan.

Sebagian para pelaku fitnes kerap mengeluh nyeri pada bagian tertentu setelah latihan. Ini adalah salah satu gejala yang disebabkan kurangnya peregangan setelah latihan.

Beberapa studi juga menyebutkan bahwa peregangan sebelum dan sesudah latihan sama pentingnya untuk menjaga otot tetap fleksibel dan membantu mengurangi nyeri jangka panjang.

Berikut tujuh jenis peregangan yang bisa Anda coba setelah latihan :

1. Otot dada
Peregangan ini menargetkan otot dada dan otot bahu. Cara melakukannya cukup dengan kedua tangan saling berpegangan di belakang punggung Anda, kemudian angkat perlahan sampai Anda merasakan kontraksi pada otot dada dan otot bahu. Lakukan peregangan ini selama 30 detik dan lakukan 3-4 kali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Otot bahu
Seperti namanya, peregangan ini menargetkan otot bahu, cara melakukanya pegang sebuah handuk dengan kedua tangan, kemudian angkat perlahan ke atas hingga melewati kepala, tahan pada posisi paling maksimal menurut Anda atau hingga merasakan kontraksi otot bahu. Tahan pada posisi maksimal selama 30 detik dan lakukan 3-4 kali.

3. Otot lat
Letakkan satu tangan di belakang kepala, kemudian pegang siku tangan dengan tangan sebaliknya, perlahan tekan siku tangan kedalam hingga Anda merasakan kontraksi pada otot lat (Latissimus Dorsi). Lakukan selama 30 detik dan sebanyak tiga kali pada setiap tangan.

4. Otot paha
Duduklah di lantai, kemudian telapak kaki saling bersentuhan, pegang masing-masing pergelangan telapak kaki, lalu buka perlahan kedua kaki Anda sambil menarik tubuh ke depan hingga seperti membungkuk. Rasakan kontraksi pada paha, glutes, paha belakang, dan punggung bawah. Lakukan sebanyak 3-4 kali.

5. Otot paha depan
Carilah kursi atau benda lain yang kuat untuk alat bantu Anda, berdirilah dan angkat kaki kanan Anda ke belakang hingga tumit kaki menyentuh bokong Anda, pegang telapak kaki dan tarik ke dalam hingga batas maksimal kemampuan Anda atau sampai Anda merasakan kontraksi otot paha depan. Tahan selama 30 detik dan lakukan 3-4 kali pada masing-masing kaki.

6. Otot paha belakang
Duduklah di lantai dengan membentangkan kedua kaki hingga seperti bentuk huruf V, pegang salah satu ujung jari kaki, kemudian turunkan tubuh Anda sambil menarik ujung jari kaki, rasakan kontraksi pada paha belakang tahan posisi tersebut selama 30 detik. Lakukan sebanyak tiga kali pada masing-masing kaki.

7. Otot betis
Berdirilah dengan salah satu kaki di depan, Anda bisa menggunakan tembok atau benda lainnya yang kuat dan bisa menopang tubuh Anda, kemudian tekuk kaki depan dan tahan kaki belakang tetap lurus serta kedua telapak kaki tetap rata dengan permukaan, tekuk hingga merasakan kontraksi pada otot betis kaki belakang, lalu tahan selama 30 detik. Lakukan 3-4 kali pada masing-masing kaki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Polihidramnion
Polihidramnion
PENYAKIT
Batu Ginjal
Batu Ginjal
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Health
Hipognadisme

Hipognadisme

Penyakit
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Health
Radang Dingin (Frostbite)

Radang Dingin (Frostbite)

Penyakit
4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

Health
Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Penyakit
Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Hipopituitarisme

Hipopituitarisme

Penyakit
3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

Health
Akathisia

Akathisia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.