Kompas.com - 28/12/2013, 15:26 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorWardah Fajri

KOMPAS.com - Gaya hidup sedentary yang membuat tubuh tidak banyak bergerak berdampak buruk terhadap kesehatan. Banyak yang menyadari hal ini namun tak mudah untuk menghindari sehingga gaya hidup tidak sehat ini masih menjadi bagian dari keseharian. Di tengah minimnya waktu yang tersisa untuk olahraga, ragam pola diet pun menjadi pilihan solusi mempertahankan berat badan dan kesehatan secara umum.

Berikut beberapa pola diet yang sempat jadi tren sepanjang 2013. Jika belum sempat mempraktikkannya, Anda bisa pertimbangkan salah satunya untuk menjadi resolusi sehat 2014 nanti.

1. OCD (Obsessive Corbuzier Diet).
Diet yang diperkenalkan seorang entertainer ini mengundang penasaran dan ingin tahu masyarakat. Hal ini dikarenakan mekanisme diet yang tidak biasa. Para pelakunya boleh makan apa saja saat waktu ‘jendela makan’ berlangsung. Namun setelahnya, pelaku tidak boleh makan apapun dan hanya minum air putih.

Dalam bukunya, entertainer tersebut menyarankan pengurangan waktu ‘jendela makan’ secara bertahap selama seminggu. Pengurangan waktu makan sebanding dengan penambahan waktu puasa, yang berlangsung selama 16 jam,18 jam, 20 jam, hingga 22 jam. ‘Jendela makan’ perlahan menurun  yaitu 8 jam, 6 jam, 4 jam, hingga 2 jam.

Tiap tahap berlangsung selama satu minggu. Entertainer tersebut mengatakan, OCD bisa mengurangi berat badan 5-6 kilogram dalam satu bulan. Untuk pemula, disarankan makan mulai jam 12 malam hingga pukul 7 pagi. Pelaku OCD harus melakukan dietnya dengan konsisten untuk memperoleh hasil maksimal.

Meski tampak mudah dan menyehatkan, ahli gizi Atik Nirwanawati menyarankan, masyarakat berkonsultasi dengan tenaga keseharan terlebih dulu sebelum melakukan OCD.

“Dalam pengaturan pola makan penting menyeimbangkan asupan mikro dan makro nutrisi. Pengaturan yang buruk tidak akan baik untuk kesehatan. Kalaupun berat badan turun maka yang berkurang adalah cairan bukan lemak,” ujarnya.

2. Mediterania.
Pengaturan pola makan ini didasarkan pada masyarakat yang hidup di kawasan Mediterania dari Spanyol hingga Timur Tengah. Walau memiliki beragam kreasi, diet mediterania tetap berinti pada makanan nabati seperti sayur, buah, biji-bijian, gandum utuh, kacang, dan minyak zaitun. Makanan ini dikombinasikan dengan keju, yoghurt, ikan, unggas, telur dan anggur.

Diet mediterania menghindari asupan lemak jenuh, sodium, pemanis dan daging merah. Berbagai makanan ini disajikan dalam keadaan segar dan utuh. Pengolahan makanan juga sangat sederhana dan menghindari penggunaan minyak. Diet ini juga termasuk makan malam santai dan aktivitas fisik reguler.

Dengan asupan kaya nutrisi makro dan mikro, diet mediterania bisa mencegah pelakunya terkena penyakit degeneratif misalnya diabetes. Pembatasan asupan kolesterol menyebabkan kadar trigliserida, LDL, HDL, dan tekanan darah tetap stabil.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
Eritema Multiforme

Eritema Multiforme

Penyakit
7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

Health
Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Health
13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.