Kompas.com - 06/02/2014, 13:49 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Udara dingin tak jarang membuat tubuh menggigil kedinginan. Meski tidak nyaman, namun sebuah studi baru mengindikasikan, kondisi tersebut mungkin lebih efektif dalam membakar lemak daripada berolahraga.

Paul Lee, pakar endokrin di Garvan Institute of Medical Research di Sydney sekaligus ketua penulis studi ini mengatakan, proses tersebut berhubungan dengan pengubahan lemak putih menjadi lemak coklat.

Diketahui, lemak coklat merupakan jenis lemak yang dapat membakar energi daripada menyimpannya. Ketika 50 gram lemak putih menimbun 300 kalori, maka lemak coklat dengan volume yang sama dapat membakar 300 kalori dalam satu hari.

"Lemak coklat dengan kemampuan pembakaran energinya yang alami berpotensi menjadi target terapeutik dalam melawan obesitas dan diabetes. Pengubahan lemak putih menjadi lemak coklat dapat melindungi binatang dari diabetes, obesitas, dan perlemakan hati," jelas Lee.

Studi yang dipublikasi dalam Cell Metabolism tersebut menunjukkan, proses pengubahan lemak tidak akan dicapai tanpa melakukan olahraga seperti lari atau angkat beban. Namun ternyata, paparan terhadap suhu dingin dapat meningkatkan produksi hormon yang berhubungan dengan aktivasi lemak coklat.

Para peneliti menemukan, menggigil yang berlangsung 10-15 menit membuat tubuh memproduksi hormon tersebut sebanyak melakukan olahraga moderat. "Kami mengindentifikasi dua hormon yang dirangsang oleh suhu dingin yaitu irisin dan FGF21, dikeluarkan dari kondisi otot yang mengigil," tutur Lee.

Selain mengungkap metode pembakaran lemak yang potensial, studi tersebut juga menjelaskan tentang mekanisme pambakaran lemak tubuh terbaru. Lee mengatakan, ketika tubuh kedinginan maka tubuh secara alami akan mengaktifkan lemak coklat karena dapat membakar energi dan menghasilkan panas yang melindungi tubuh.

"Saat tubuh kekurangan energi, maka otot akan berkontraksi, inilah yang disebut dengan menggigil. Fungsinya adalah untuk menghasilkan panas. Meskipun begitu, kami belum dapat menemukan bagaimana otot dan lemak berkomunikasi dalam menghasilkan proses ini," paparnya.

Lee dan timnya juga percaya, menggigil dan olahraga memiliki aturan fisiologi yang sama. Mereka berspekulasi, olahraga merupakan "peniruan" dari mekanisme menggigil yang secara alami dilakukan oleh tubuh. Ini karena adanya kontraksi otot yang sama pada kedua prosesnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X