Waspadai Jajanan Anak Terutama Es, Minuman Berwarna

Kompas.com - 08/02/2014, 15:35 WIB
Anda perlu mengajarkan anak Anda memilih jajanan yang baik. KOMPAS.com / ABDUL HAQAnda perlu mengajarkan anak Anda memilih jajanan yang baik.
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Tak mudah mencegah kebiasaan jajan pada anak usia sekolah. Namun tidak selamanya jajan selalu membuat sakit. Asalkan bisa memilih pangan jajanan yang sehat, anak-anak bisa terhindar dari risiko penyakit akibat makan jajanan tidak sehat.
 
Dari sekian banyak jajanan, ternyata ada beberapa jenis makanan tertentu yang paling harus diwaspadai, yaitu es batu, minuman berwarna, bakso, dan agar-agar atau jeli. Alasannya, menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, jenis-jenis makanan tersebut merupakan makanan yang paling banyak ditemukan mengandung bahan tambahan pangan yang berbahaya dan tercemar mikroba.
 
"Dari hasil temuan BPOM selama melakukan program pengujian sampel pangan jajanan anak sekolah (PJAS), es batu, minuman berwarna, bakso, dan agar-agar atau jeli merupakan makanan yang paling perlu diwasapai," tegas Kepala BPOM Roy Sparingga dalam Gebyar Aksi Nasional PJAS yang bertajuk "Sehat Duniaku Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Berkualitas Tahun 2014", di Jakarta, Sabtu (8/2/2014).
 
Roy menjelaskan, pada es batu dapat ditemukan cemaran mikroba yang menimbulkan penyakit seperti diare. Sementara pada minuman berwarna dapat ditemukan pewarna tekstil seperti rodamin B yang bersifat karsinogenik.
 
Sementara pada bakso dapat ditemukan pengawet yang seharusnya tidak ditemukan pada makanan seperti boraks dan formalin. Sedangkan pada agar-agar atau jeli ada kemungkinan mengandung pewarna tekstil dan pengawet.
 
Untuk itu, Roy menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menghindari anak-anak dari jajanan yang tidak sehat. "Terutama untuk komunitas sekolah yang terdiri dari orang tua, guru, ataupun pengelola kantin untuk meningkatkan kemandirian pengawasan pangan jajanan," papar Roy.
 
Kendati masih ditemukan pangan jajanan berbahaya, tetapi Roy mengatakan, persentasenya terus menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan kata lain, jumlah pangan jajanan yang sehat meningkat persentasenya dari tahun ke tahun.
 
Pada tahun 2008 hingga 2010 diketahui keamanan pangan jajanan sekolah hanya mencapai 56-60 persen. Pada 2011 meningkat menjadi 65 persen, 2012 menjadi 76 persen, dan pada 2013 meningkat lagi menjadi 80.79 persen.
 
"BPOM menargetkan untuk tahun 2014 persentase itu akan meningkat lagi menjadi 90 persen," pungkasnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X