Kompas.com - 23/04/2014, 13:26 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Sariawan adalah luka yang lazim terjadi di dalam mulut dan terasa sangat mengganggu. Walau demikian, sampai saat ini belum diketahui apa penyebab pasti sariawan. Cedera kecil seperti tergigit bagian dalam mulut juga bisa memicu sariawan. Sepertinya sariawan juga menurun dalam keluarga.

Sejak kecil Pingkan Pelenkahu sangat akrab dengan sariawan. “Sebulan sekali saya hampir selalu kena sariawan. Sekali kena sariawan, sembuhnya bisa sampai dua minggu,” sebut ibu tiga anak ini.

Sariawan yang diderita wanita berusia 39 tahun ini terhitung parah. “Cukup besar sariawannya. Saya sampai terpaksa tutup mata merinding lihat besar sariawan di mulut,” kata Pingkan.

Ternyata kakak-kakak dan adik Pingkan juga langganan sariawan. Dalam keluarga besarnya sariawan juga diderita saudara dari pihak ayahnya.

“Faktor keturunan berperan dalam menyebabkan terjadinya sariawan. Sudah ada faktor keturunan, sariawan bisa dipicu oleh berbagai hal seperti kelelahan, gangguan kekebalan tubuh, kekurangan vitamin, stres dan trauma, anemia, hormonal, alergi, gangguan pencernaan,” ujar Dr. Drg. Harum Sasanti, SpPM, seorang dokter ahli penyakit mulut.

Sariawan karena trauma terjadi misalnya akibat terkena gesekan dengan sikat gigi. Bahan-bahan kimia dari pasta gigi tertentu memicu alergi. “Kalau punya bakat sariawan dan alergi, usahakan jangan gonta-ganti merek pasta gigi. Jika sudah cocok dengan satu merek tertentu, pakailah terus,” katanya.

Pingkan sendiri merasakan sariawan yang dideritanya lumayan terkendali setelah memakai pasta gigi yang tak memicu alergi. “Kalau tidak pakai merek itu, sariawan pasti mudah kumat lagi,” ceritanya.

Sejak mengandung anak kedua enam tahun silam, karyawati bagian keuangan ini tidak lagi diganggu sariawan bulanan. “Mungkin faktor hormonal ya yang mempengaruhi,” katanya.

“Faktor hormonal pada wanita memang mempengaruhi terjadinya sariawan. Sariawan ini rawan terjadi saat menstruasi. Hormon-hormon wanita yang diperlukan untuk menstruasi mengalami peningkatan ketika sel telur akan dilepaskan. Hormon ini mempengaruhi lapisan epitel di rongga mulut. Terjadinya trauma seperti terkena sikat gigi atau kawat gigi membuat perempuan jadi semakin rentan terkena sariawan,” terang Harum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.