Kompas.com - 04/06/2014, 10:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Pesatnya perkembangan teknologi membuat setiap orang seakan memiliki kewajiban untuk terus mengikutinya supaya tidak dicap ketinggalan zaman. Bahkan tidak sedikit pula orang yang bersikap berlebihan hingga tidak bisa dipisahkan dengan gadget mereka.
 
Dari seluruh kelompok orang yang menggunakan gadget, survei menunjukkan, mahasiswa merupakan kelompok yang paling lama menatap layar. Menurut survei tersebut, mahasiswa rata-rata menatap layar gadget atau dikenal dengan istilah "screen time" rata-rata sebanyak lima jam per hari.
 
Dokter spesialis olahraga Ade Jeanne Tobing mengatakan, screen time pada mahasiswa paling tinggi karena mereka paling sering terekspos gadget berlayar, seperti televisi, komputer, video game, laptop, hingga ponsel pintar.
 
"Padahal screen time berhubungan dengan kebugaran jantung. Semakin banyak orang melakukan screen time semakin rendah kebugaran jantungnya," kata Ade dalam media gathering di Jakarta, Senin (2/6/2014).
 
Ade menyampaikan, screen time dikategorikan sebagai aktivitas sedentari, yaitu kurang bergerak. Padahal seharusnya aktivitas sedentari dilakukan lebih sedikit daripada aktivitas fisik lainnya. 
 
Menurut WHO, lebih dari 60 persen penyebab kematian di dunia adalah akibat penyakit tidak menular, antara lain obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, osteoporosis, osteoartritis, dan kanker. Bahkan, kurang aktivitas fisik diketahui sebagai peringkat empat penyebab kematian di dunia.
 
Karena itu, Ade mengimbau setiap orang, termasuk mahasiswa untuk mulai mengurangi screen time dan menambah jumlah aktivitas fisik yang mereka lakukan dalam sehari. Tujuannya, selain mengurangi risiko penyakit tidak menular, juga membuat tubuh bugar.
 
Rekomendasi American College of Sports Medicine dan American Heart Association menyebutkan, aktivitas fisik intensitas sedang perlu dilakukan lima kali seminggu, minimal 30 menit. Dengan kata lain orang dewasa sehat perlu melakukan aktivitas tersebut 150 menit per minggu.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rahim Turun
Rahim Turun
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.