Kompas.com - 02/10/2014, 07:07 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Kanker payudara merupakan momok yang mengancam nyawa, khususnya bagi kaum hawa. Namun seringkali gejala awal kanker ini disepelekan sehingga pengobatan terlambat untuk dilakukan. Terbukti dari 40-70 persen pasien kanker payudara yang datang meminta pertolongan medis ketika penyakit sudah dalam stadium lanjut.

Menurut dokter pakar kanker payudara dari RS Mitra Kemayoran Alfiah Amiruddin, hal itu terjadi karena dua faktor utama. "Pertama faktor biaya dan faktor ketakutan dari pasien terhadap terapi yang akan diberikan," ungkap Alfiah dalam sebuah talk show bertajuk "Support Pinktober - Show that you care", Rabu (1/10/2014) di Jakarta.

Tak dapat dipungkiri, pembiayaan terapi kanker payudara tidaklah kecil. Pasalnya satu kali terapi saja membutuhkan biaya relatif besar serta terapi dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

Namun kini, pemerintah sudah lebih memperhatikan hal ini. Terbukti dengan sudah berjalannya Jaminan Kesehatan Nasional yang menutup pembiayaan terapi kanker payudara. "Ya, memang masih ada kekurangan, namun secara umum sudah banyak membantu," kata dia.

Sementara itu, untuk faktor ketakutan, pasien sebetulnya sangat membutuhkan penjelasan yang komprehensif mengenai penyakit dan terapi kanker payudara itu sendiri. Menurut dia, inilah tugas tenaga kesehatan untuk menjelaskan, serta memberikan pilihan kepada pasien terapi apa yang akan dijalani.

Menurut Dinda Nawangwulan, survivor kanker payudara, ketakutan pasien untuk menjalankan terapi sebenarnya timbul karena belum mencoba, sementara terlalu banyak cerita-cerita pengalaman tidak menyenangkan setelah menjalani terapi. Bila pasien mengerti secara komperehensif mengenai terapi yang ia terima, kemungkinan ketakutan itu perlahan hilang.

"Apalagi kalau sudah mencoba, akan tahu sendiri, oh mualnya seperti ini, oh rambut bisa rontok, tapi ternyata bisa tumbuh lagi," kata dia.

Pentingnya dukungan orang terdekat saat mengetahui menyandang kanker, hampir semua orang akan merasa putus asa dan takut. Karenanya, dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang terdekat adalah yang paling dibutuhkan selain terapi medis.

"Tentu saja dukungan kepada pasien akan sangat membantu penyembuhan," kata Alfi.

Penelitian juga membuktikan, rasa gembira pasien karena dikelilingi orang-orang terkasih serta kegiatan positif akan mempercepat proses kesembuhan kanker payudara. Hal itu juga dapat menurunkan risiko kekambuhan dari penyakit.

Ikuti topik-topik mengenai kanker payudara selama bulan Oktober ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.