Kompas.com - 01/11/2014, 12:30 WIB

KOMPAS.com - Ada lima perilaku anak yang perlu orangtua cermati demi mencegah depresi berkepanjangan.

1. Perubahan perilaku mendadak
Perilaku anak yang biasanya periang, sering tertawa, berbicara cukup banyak, terbuka, tiba-tiba berubah menjadi pemurung, terlihat sangat sedih, dan sebagainya.

Aktivitas anak pun berubah, yang biasanya bermain bersama teman-temannya setiap sore, kini lebih mengurung diri di kamar dan terlihat malas melakukan sesuatu.

Kembangkan komunikasi dan carilah informasi kenapa anak tiba-tiba berubah. Mungkin disebabkan oleh kematian hewan kesayangannya, berpisah dengan orang yang dicintainya, mengalami kesulitan dalam pelajaran di sekolah, dan sebagainya.

2. Rendah diri
Anak kehilangan kepercayaan dirinya. Ia yang semula sangat percaya diri di depan teman-temannya berubah menjadi rendah diri. Ia tak lagi mau bergabung bersama teman-temannya karena malu dan menganggap dirinya tak pantas bergaul. Penyebabnya, bisa karena perceraian orangtuanya, kemudian ia diejek, malu, dan akhirnya menutup diri, tak mau berteman.

3. Sulit tidur
Gangguan ini kerap dialami oleh anak yang sedang mengalami maaslah psikologis atau kesehatan, termasuk anak yang sedang mengalami depresi. Akan tetapi, kita perlu cermati lebih dalam, mungkin sulit tidur karena masalah kesehatan, tidak sabar untuk melakukan kegiatan mengasyikkan keesokan harinya, takut tidur sendirian, dan sebagainya.

Gangguan tidur karena depresi biasanya disertai gejala lain, seperti: gelisah, sedih, sering termenung, dan gejala-gejala lain yang muncul sebelum anak beranjak ke atas tempat tidur.

4. Mudah emosi
Karena emosinya tak stabil, anak menjadi sangat sensitif. Jika ada satu hal yang tak disukainya bisa memicu emosinya dan ia sulit mengendalikannya. Biasanya, emosinya akan muncul meledak-ledak, terlihat seperti memberontak, membangkang, melawan, bahkan tak mustahil akan keluar kata-kata kasar.

5. Berperilaku negatif
Sangat dikhawatirkan, depresi akan memicu anak berperilaku negatif. Di usia balita mungkin perilaku negatifnya masih terbilang ringan, semisal membanting mainan. Namun di usia yang lebih besar, kualitas negatifnya akan bertambah semakin besar, seperti: memukul teman, melukai diri sendiri, berkelahi, membangkang terhadap orangtua dan guru, dan lainnya. Jika depresi terlalu berat, membuat anak anak putus asa, bisa saja timbul keinginan menghabisi nyawanya sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.