Kompas.com - 08/12/2014, 11:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Bagi sebagian orang, gula dan garam merupakan bahan makanan yang harus dihindari. Konsumsi gula dan garam berlebihan dalam jangka panjang memang berbahaya bagi kesehatan, tetapi bukan berarti gula dan garam harus dihilangkan dari pola makan sehari-hari.

Menurut Emilia Achmadi, ahli gizi, penyakit-penyakit kronis timbul akibat pola makan yang berlebihan, bukan karena bahan makanan itu sendiri. "Informasi kurang tepat memang bisa membuat orang menghindari satu jenis atau satu kelompok makanan, padahal tidak perlu," katanya dalam acara Jakarta Food Editor's Club yang diadakan oleh PT Unilever Indonesia di Jakarta (4/11/2014).

Gula dan garam memiliki sisi positif dan negatif bagi tubuh. Di satu sisi, gula dan garam diperlukan, tetapi di sisi lain akan memberikan efek yang buruk bila dikonsumsi berlebihan. Karena itu, menurut Emilia, yang terpenting adalah mengendalikan diri agar tidak makan berlebihan.

"Pola pikir kita yang harus diubah. Batasi asupan gula dan garam, bukan menghindarinya sama sekali. Bagaimanapun kita harus makan makanan yang bervariasi," ujarnya.

Di Indonesia, makanan dan minuman yang mengandung gula dan garam tinggi masih banyak dikonsumsi masyarakat. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2011, konsumsi gula masyarakat mencapai 1,416 kg per kapita per minggu, sedangkan konsumsi garam sebesar 311 gram per kapita per minggu.

Padahal, batas konsumsi gula per hari yang direkomendasikan adalah 3-6 sendok makan atau 25-50 gram per hari. Adapun batas konsumsi garam sehari adalah 5 gram atau 2.000 mg natrium.

"Sudah saatnya kita mengontrol apa yang kita makan. Selama ini, kebanyakan, orang kalau makan hanya memikirkan rasa atau seleranya saja. Kini saatnya kita memikirkan apa yang dibutuhkan tubuh," kata Emilia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu cara untuk membatasi asupan gula dan garam adalah dengan mulai memperhatikan label gizi dalam makanan kemasan. Selain itu, sebaiknya jangan menyimpan garam ekstra di meja makan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gangguan Makan
Gangguan Makan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Health
Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit

Penyakit
14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Otot

Nyeri Otot

Penyakit
11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

Health
 4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

Health
4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

Health
7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

Health
Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Penyakit
5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

Health
Eklampsia

Eklampsia

Penyakit
13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

Health
Patah Tulang

Patah Tulang

Penyakit
10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.