Kompas.com - 20/12/2014, 09:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kulit bayi masih sangat sensitif dan lembut sehingga ibu perlu hati-hati merawatnya. Sayangnya, seringkali ibu mencoba-coba berbagai produk perawatan bayi. Tanpa disadari, hal itu justru berpotensi membuat kulit bayi mudah iritasi.

“Kebiasaan ibu yang sering gonta-ganti kosmetik dan menggunakan lebih dari satu kosmetik ini justru membuat kulit bayi iritasi. Contohnya sudah dikasih minyak telon, kasih lagi body lotion, trus tambah lagi bedak, sebaiknya gunakan saja seperlunya,” kata Dr.Rini Sekartini, Sp.A (K) dalam acara seminar media yang diadakan oleh PURE di Jakarta, Kamis (18/12/14).

Menurut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta Raya (IDAI Jaya) ini, penetrasi atau penyerapan dari berbagai produk bayi lebih mudah karena pertahanan di permukaan kulit belum sempurna. Karenanya, sebelum pemakaian produk, orang tua harus membaca komposisi dan perhatikan pula reaksi akibat penggunaan produkt tersebut.

“Jangan lupa baca kandungan produk. Terkadang terlalu banyak informasi kandungan produk jadi bingung pilih yang mana, karena bedanya cuma sedikit. Jika orang tua masih bingung, konsultasi dengan dokter.  Lihat reaksinya dalam jarak waktu beberapa menit, jika timbul alergi maka jangan dipakai,” kata Rini.

Tak hanya kebiasaan bergonta-ganti produk, pemakaian pakaian bayi yang terlalu ketat dan bahan yang tidak menyerap keringat sering membuat bayi iritasi.

“Jika bayi diberikan minyak penghangat tubuh dan pakaiannya ketat bisa menyebabkan iritan. Maka, gunakanlah  pakaian yang sesuai dengan umur bayi dan pilih bahan yang lembut dan menyerap keringat, tentunya juga harus selalu bersih,” ungkapnya.

Faktor lain yang kurang diperhatikan adalah mencuci peralatan makan dan minum bayi yang dicampur dengan peralatan makan orang dewasa. Umumnya menggunakan sabun cuci piring yang sama. Padahal kandungan detergen dalam sabun cuci untuk orang dewasa cukup tinggi dan sebaiknya peralatan bayi bebas dari kandungan detergen.

“Ada beberapa peralatan bayi yang tidak tahan dengan detergen untuk dewasa. Ini yang menyebabkan tertinggalnya residu pada perlengkapan bayi yang bisa menjadi masalah. Maka dari itu sebaiknya membersihkan peralatan makan dan minum harus dipisah dengan yang dewasa dan gunakan sabun khusus,” ujarnya.

Kebiasaan-kebiasaan ini sebaiknya dihentikan agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dan yang paling terpenting dalam merawat bayi orang tua melakukannya dengan hati- hati, cermat dan jangan mudah panik.  (Eva Erviana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.