Remaja SMP Berisiko Lakukan Seks Pranikah

Kompas.com - 10/02/2015, 17:15 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
– Masalah seks pranikah sering kali terjadi pada usia remaja. Tak hanya mereka yang duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), tetapi juga mulai terjadi pada anak-anak sekolah menengah pertama (SMP). Padahal, seks pranikah dapat merugikan kesehatan reproduksi dan juga menimbulkan masalah sosial.

Direktur Direktorat Bina Ketahanan Remaja Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Temazaro Zega mengatakan, remaja perlu diberi pendidikan agar tidak melakukan seks pranikah. Menurut Zega, BKKBN kini tak hanya menyasar pada anak-anak SMA, tetapi juga sejak mereka duduk di bangku SMP.

“Kita lihat perilaku remaja SMP sudah berisiko. Mereka harus diberikan pemahaman. Pendidikan kesehatan reproduksi bukan mengajarkan remaja berhubungan seks. Tapi supaya mereka terhindar dari perilaku berisiko,” terang Zega di Gedung BKKBN, Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Zega mengatakan, BKKBN pun melakukan program Genre untuk mengajak remaja  melakukan pola hidup sehat, bebas dari narkoba, menghindari kehidupan seks bebas, dan mendewasakan usia pernikahan.

“Remaja didorong untuk mendewasakan usia pernikahan supaya mereka nikah pada usia lebih matang,” kata Zega.

Ia menjelaskan, usia ideal menikah untuk  wanita minimal di usia 21 tahun dan laki-laki minimal usia 25 tahun. Para remaja iini diharapkan dapat menyelesaikan sekolahnya, kemudian bekerja, lalu merencanakan untuk berumah tangga. Untuk diketahui, hamil usia dini dapat meningkatkan risiko angka kematian ibu dan bayi.

Zega mengungkapkan, berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2010, seks pranikah berisiko dilakukan pada anak-anak atau remaja pada usia 10-24 tahun. Menurut Zega, media internet yang mudah diakses merupakan salah satu pengaruh remaja melakukan perilaku seks pranikah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Health
Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Health
Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Health
6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Health
4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

Health
7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

Health
5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

Health
Jumlah Kalori dalam Donat

Jumlah Kalori dalam Donat

Health
Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Health
Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Health
Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Health
Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Health
Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Health
Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Health
5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X