Kompas.com - 05/08/2015, 13:15 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Bayi dengan berat lahir rendah (BLR) bukanlah bayi prematur. Karena saat lahir, bayi dengan BLR bisa saja sudah cukup bulan, hanya berat badannya di bawah berat lahir normal, yaitu kurang dari 2.500 gram.

"Sementara untuk bayi prematur bisa saja beratnya mencapai 3 kilogram tapi umur kandungannya belum cukup," jelas dr.Pulung Silalahi Sp.A dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Jaya.

Sebenarnya, bayi dengan BLR sudah bisa diprediksi sejak masih dalam kandungan. Saat kontrol kandungan berat janin akan dipantau oleh dokter obgin melalui USG. "Misal, janin sekian minggu, beratnya harus sekian gram. Dokter obgin bisa mendeteksi itu. Kalau bayinya kecil, bisa dicari kenapa penyebabnya," jelas Pulung.

Penyebab bayi dengan BLR, menurut Pulung, bisa berasal dari faktor ibu atau dari si bayi itu sendiri. Faktor dari ibu, misalnya saat mengandung ibu mengalami kurang gizi, atau ia mengalami penyakit berat (TBC, hipertensi, gangguan jantung, dan sebagainya).

Kondisi ibu hamil yang sakit bisa memengaruhi jalannya nutrisi kepada bayi dalam kandungan sehingga pertumbuhannya tidak optimal. Sedangkan faktor pada bayi bisa karena ia memiliki kelamin tertentu yang perlu diobservasi.

"Faktor psikis ibu juga bisa ikut andil. Faktor psikis bisa memengaruhi adrenalin dan hormon sehingga membuat aliran darah tidak berjalan baik. Ibu yang mengalami stres, tekanan aliran darahnya tinggi, sehingga nutrisi, oksigen, dan darah yang masuk ke dalam tubuh bayi tidak lancar,".

Menurut Pulung, ibu dengan eknomoni tergolong berada, yang melahirkan bayi dengan BLR umumnya mengalami stres berat saat hamil.

Namun apa pun yang menjadi penyebab, jika bayi terlanjur lahir dengan BLR tidak perlu panik. "Hilangkan dulu rasa cemas, jangan merasa bersalah atau menyalahkan orang lain. Sebaiknya terima kondisi bayi dengan baik dan penuh rasa syukur. Dengan hati tenang, kita bisa merawat bayi dengan baik pula. Banyak kok, bayi dengan BLR tumbuh dan berkembang dengan baik dan cerdas karena dirawat dan diasuh dengan baik," tuntas Pulung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.