Kompas.com - 20/09/2015, 15:04 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Saat memasuki usia balita, Ibu akan mengalami masalah baru yaitu anak susah tidur. Si kecil yang sedang senang-senangnya bermain dengan teman sebayanya, tak jarang membuat Ibu kesal menghadapi sikap anak yang tidak mau tidur.

 

Pasalnya, anak balita dan bayi membutuhkan 16-20 jam per hari untuk tidur. Lalu, bayi berusia enam bulan hingga satu tahun membutuhkan 11 jam tidur. Kemudian, setelah usia satu tahun ke atas, si kecil butuh tidur sebanyak 10 -13 jam.

 

Namun, setiap anak memiliki cara yang berbeda-beda untuk dapat tidur dengan nyaman. Suasana dan atmosfer kamar pun menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh orangtua agar sang buah hati dapat tidur dengan mudah, nyenyak, dan berkualitas.

 

Tak hanya itu, pencahayaan di kamar pun juga patut untuk diperhatikan. Akan tetapi, sebaiknya anak lebih baik tidur dengan keadaan lampu menyala atau dimatikan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Psikolog anak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi., mengungkapkan, ada baiknya jika anak tidur dalam keadaan lampu yang redup dan memberi kesan pencahayaan temaram. Ini berlaku jika anak masih dalam tahap usia bayi, batita dan balita. Apa sih alasannya?

 

"Sebaiknya lampu diredupkan, karena ada anak yang takut gelap. Selain itu, dengan lampu yang temaram, orangtua juga dapat memperhatikan apakah anak sudah benar-benar tidur. Jadi, jika terjadi sesuatu, orangtua juga akan lebih mudah mengetahui karena kamar tidak dalam keadaan gelap," ujar Vera.

 

Vera juga melanjutkan bahwa, suasana yang menenangkan akan membantu anak untuk tidur dengan nyenyak. Nah, disinilah orangtua harus lebih jeli dan kreatif untuk menciptakan suasana yang tenang, salah satunya dengan pencahayaan yang tepat. Sehingga anak tidak mengalami kesulitan untuk tidur.

 

Selain itu, mengatur pencahayaan pada saat memasuki waktu tidur anak sangat membantu dan bermanfaat. Meredupkan cahaya kamar dapat bermanfaat untuk merilekskan mata anak. Hal tersebut membuat anak menjadi terbiasa pada kondisi di mana setiap cahaya lampu mulai redup di kamar atau rumah, itu berarti waktunya tidur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

Health
Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Health
Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.