Kompas.com - 09/11/2015, 15:43 WIB
Ilustrasi keripik kentang. ShutterstockIlustrasi keripik kentang.
|
EditorBestari Kumala Dewi
KOMPAS.com - Banyaknya anak yang obesitas bisa menjadi masalah kesehatan di masa mendatang. Anak-anak yang obesitas akan lebih berisiko terkena penyakit jantung, stroke, hingga diabetes saat mereka dewasa nanti. Untuk itu, pola makan anak perlu diperhatikan.

Selama ini penyebab anak obesitas sering kali dikaitkan dengan konsumsi makanan cepat saji, minuman bersoda, dan sering makan burger. Menurut penelitian Duke-National University of Singapore, makanan tersebut ternyata bukan satu-satunya faktor penyebab banyaknya anak yang obesitas.

Para peneliti menganalisis sekitar 4000 anak-anak di Inggris berusia 7-13 tahun, mulai dari makanan sehari-hari mereka, indeks massa tubuh, dan aktivitas fisik yang dilakukan. Ternyata, makanan yang berkontribusi besar membuat berat badan anak berlebihan adalah keripik kentang. Banyak sekali camilan keripik kentang yang dijual di supermarket dan sangat disukai anak-anak.

"Keripik kentang yang sangat tinggi energi (383-574 kkal per 100 g) dan memiliki indeks kenyang rendah. Keripik kentang kebanyakan dikonsumsi sebagai makanan ringan, " tulis peneliti.

Selain dalam bentuk keripik, kentang goreng atau dimasak menggunakan minyak juga bisa menyebabkan berat badan naik. Terlalu banyak konsumsi makanan bertepung, makanan olahan, permen, susu sapi, dan minuman manis juga penyebab obesitas pada anak berdasarkan penelitian ini.

Obesitas pada anak juga disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik atau olahraga. Kebanyakan anak saat ini lebih asyik bermain gadget hingga lupa waktu. Anak-anak memang masih dalam proses tumbuh dan berkembang. Namun, berikanlah ia gizi seimbang, tak perlu berlebihan. Biasakan juga anak untuk bergerak aktif untuk mencegah obesitas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.