Kompas.com - 06/03/2016, 18:15 WIB
Cokelat hitam lebih menyehatkan ShutterstockCokelat hitam lebih menyehatkan
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sebuah penelitian terbaru yang dilaporkan oleh American Heart Association ini, bisa menjadi berita manis buat para pecinta cokelat. Seperti yang dipresentasikan pada asosiasi Epidemiologi/Lifestyle 2016 Scientific Sessions, para peneliti telah menemukan hubungan antara konsumsi cokelat sehari-hari dengan kesehatan jantung,

Studi ini melihat kebiasaan makan dan gaya hidup lebih dari 1.100 orang dewasa usia 18-69 selama dua tahun.

Dari hasil yang didapat, peneliti berkesimpulan bahwa mengonsumsi 100 mg cokelat setiap hari berhubungan dengan resistensi insulin dan enzim hati yang lebih rendah, yang merupakan indikator dari risiko penyakit jantung.

Sehingga pecinta cokelat dinilai lebih mungkin untuk awet muda, lebih aktif secara fisik, dan memiliki kemungkinan kecil untuk mengalami masalah kesehatan kronis ketimbang mereka yang tidak atau jarang makan cokelat.

Penelitian ini merupakan yang terbaru yang berhasil mengungkap bukti-bukti bahwa cokelat bisa menjadi bagian dari diet yang sehat.

Bulan lalu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menyimpulkan, makan cokelat bisa meningkatkan fungsi kognitif pada otak, termasuk memori yang lebih tajam, serta keterampilan penalaran yang lebih baik.

Walau begitu, manfaat ini akan terasa bila Anda memilih cokelat hitam dengan rasa yang agak sedikit pahit. Ini disebabkan karena flavanol cokelat, subkelompok flavonoid yang ditemukan dalam cokelat, dimiliki paling banyak oleh cokelat hitam.

Cokelat hitam yang dimaksud ialah cokelat yang mengandung 30 sampai 70 persen kakao.
Jadi, tak perlu ragu lagi untuk makan sepotong cokelat hitam sebagai hidangan penutup makan siang sehari-hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber MSN.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.