Kompas.com - 30/03/2016, 20:00 WIB
Ilustrasi thinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Obat kuat semacam Viagra, Levitra, Cialis bukan pil ajaib. Obat-obatan ini butuh faktor penunjang agar bekerja optimal.

Jadi, sebelum menyalahkan obat yang diberikan karena tidak berfungsi, ada baiknya memeriksa apakah prosedur pemakaiannya sudah benar atau belum.

Sebab, penelitian di Spanyol menyebut kalau 69 persen pria yang diresepkan memakai obat disfungsi ereksi jenis PDE5 seperti Viagra, Levitra, dan Cialis ternyata menggunakannya dengan cara yang salah. Mereka tak mengikuti prosedur pemakaian atau anjuran dokter.

“Masalah paling sering ditemui adalah para pria itu tak mendapat informasi yang cukup tentang bagaimana menggunakan obat kuat sejenis Viagra, Levitra, atau Cialis,” ucap Jacob Rajfer M.D, peraih gelar profesor di bidang urologi dari David Geffen School of Medicine UCLA.

Berikut lima kesalahan yang paling sering terjadi dalam menggunakan obat kuat jenis PDE5 :

1. Tak ada rangsangan seksual

Jadi jangan mengharapkan keajaiban mendapat ereksi optimal hanya dengan sekali menenggak pil ini . Obat ini butuh pendukung seperti rangsangan seksual. Jika pria tersebut tak mendapat rangsangan seksual, bisa dibilang obat ini tak bekerja optimal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untungnya sudah banyak pria yang mengerti hal ini. Tapi tetap saja ada kasus seperti ini.

“Kami, para ahli medis, memberi edukasi kalau obat ini butuh rangsangan seksual agar bekerja optimal. Rangsangan seksual apa pun, misalnya sentuhan, aroma, atau kata-kata,” ujar Rajfer.

2. Diminum setelah makan

PDE5 merupakan jenis obat yang bekerja optimal saat perut kosong. Tapi yang sering terjadi adalah obat ini diminum sesaat setelah makan.

“Sebaiknya tunggu dua hingga tiga jam setelah makan, baru minum obat ini. Sebab obat tersebut hanya terserap separuhnya jika diminum saat perut penuh oleh makanan. Sebagai ilustrasi, jika seseorang yang harusnya mendapat dosis 100 miligram hanya mendapat 50 miligram. Tentu saja pengobatan jadi tidak optimal,” papar Rajfer.

 Yang perlu diingat, lanjut Rajfer, hal ini hanya berlaku untuk Levitra, Viagra, dan Cialis.  

3. Tak Sabar

 “Kami maklum kalau Anda bersemangat untuk menuntaskan hasrat. Tapi obat ini butuh waktu setidaknya satu jam untuk bereaksi dalam tubuh,” kata Rajfer.

Dengan demikian, pengaturan waktu merupakan hal penting dalam terapi ini. Sebab satu dari enam pria yang terlibat dalam penelitian ini mengaku kalau mereka langsung ke arena tempur sesaat setelah minum pil biru. Hasilnya bisa ditebak, mengecewakan.

“Untuk Viagra dan Levitra, sebaiknya tunggu satu jam sebelum mulai sesi bercinta. Cialis lebih lama lagi, sekitar dua sampai tiga jam untuk mencapai reaksi optimal dari obat tersebut,” sebut Rajfer.

4. Menyerah pada percobaan pertama

“Jika ereksi masih tak optimal setelah minum pil ini, bukan berarti Anda gagal sama sekali. Seharusnya dicoba lagi setidaknya enam kali dalam situasi dan waktu yang berbeda,” ujar Rajfer.

Percobaan sebanyak enam kali itu merupakan standar rekomendasi dalam hal terapi menggunakan obat kuat. Dari hasil penelitian tersebut juga didapat kalau 33 persen pria hanya mencoba sekali dan langsung putus asa.

 

5. Hanya mencoba satu jenis obat

Tiap orang punya reaksi beda untuk satu obat. Untuk keluhan yang sama, Viagra bisa saja bereaksi baik pada pria A tapi tidak memiliki efek apa pun pada pria B.

“Hasil dari studi ini juga menyebut kalau 40 persen pria langsung menyerah begitu gagal mendapat hasil dari obat kuat. Mereka tidak mencoba obat jenis lain.

Walau tak ada bukti pasti soal ini, tapi mencoba obat jenis lain patut dicoba. Bagaimana pun, tiap orang punya reaksi berbeda untuk satu jenis obat,” ungkap Rajfer.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Menshealth
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kudis
Kudis
PENYAKIT
Herpes Genital
Herpes Genital
PENYAKIT
Rosacea
Rosacea
PENYAKIT
Kurap
Kurap
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

Health
Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Health
Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Health
Nyeri Kronis

Nyeri Kronis

Penyakit
Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Health
Rosacea

Rosacea

Penyakit
8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Bradikardia

Bradikardia

Penyakit
10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

Health
Gangguan Sendi Rahang

Gangguan Sendi Rahang

Penyakit
Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.