Kompas.com - 04/05/2016, 21:55 WIB
Ilustrasi MARTINJCLEMENS.COMIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sebuah studi baru menyarankan, pilihan pertama untuk mengobati insomnia kronis haruslah berupa terapi perilaku kognitif, yaitu cara yang akan membantu tubuh menemukan siklus tidurnya kembali. Bukan memaksa tubuh tidur dengan pengaruh obat.

Akan dibutuhkan lebih banyak waktu dan usaha untuk bisa terlelap saat menjalani terapi, ketimbang meminum pil tidur.

Tetapi American College of Physicians menjelaskan, bahwa metode terapi yang dikenal dengan cognitive behavioral therapy (CBT) cukup efektif dan tidak membawa efek samping layaknya pil tidur. Pengobatan ini mengombinasikan terapi bicara, intervensi perilaku dan pendidikan.

Rekomendasi terapi ini ditujukan sebagai langkah pertama pengobatan. Jika terapi tidak bekerja, maka barulah dokter bisa mempertimbangkan untuk menyertai obat di dalamnya.

"Resep pil tidur bukanlah langkah pertama untuk para penderita insomnia," kata Dr. Thomas Tape, kepala penyakit umum di Universitas Nebraska Medical Center.

“Namun sayangnya, bagi banyak dokter, terapi ini belum menjadi langkah pertama yang diambil," katanya.

Hal tersebut terkait dengan tantangan dalam mencari tenaga kesehatan yang terlatih untuk memberikan terapi CBT kepada penderita insomnia. Karena belum umum, terapi juga tidak selalu masuk dalam daftar penggantian biaya kesehatan asuransi.

Menurut jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam Annals Monday menyimpulkan, pil tidur hanya efektif digunakan untuk insomnia jangka pendek, sehingga efek penggunaan pil tidur lebih dari empat sampai lima minggu belum diteliti dengan baik.

Sehingga, terapi dianggap sebagai cara yang paling aman untuk menghindari efek samping obat yang bisa saja menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Food and Drug Administration dalam beberapa tahun terakhir menurunkan dosis yang dianjurkan untuk pil tidur. FDA mengatakan, obat-obatan tersebut bisa berada di aliran darah cukup lama dan mengganggu aktivitas yang memerlukan kewaspadaan dan konsentrasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.