Kompas.com - 20/05/2016, 21:57 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajanan tahu bulat saat ini sedang populer dan digemari banyak orang. Dengan cara jualan yang unik, memasarkannya dengan mobil bak terbuka sambil memasang jingle "Tahu bulat, digoreng dadakan limaratusan, anget-anget, gurih-gurih nyoooiii" memang menarik perhatian.

 

Agar tetap hangat dan enak dinikmati, tahu bulat baru digoreng saat ada yang membeli. Digoreng dengan minyak yang banyak dan panas hingga tahu matang dan garing. Rasanya yang gurih akan membuat kita menikmatinya lagi, lagi, dan lagi.

 

Sayangnya, jajanan ini tak bisa dikatakan sehat. Sama seperti jajanan gorengan lainnya. Pasalnya, tahu digoreng dengan minyak panas dalam jumlah banyak. Minyak yang dipanaskan akan berubah menjadi lemak trans, yang membuat komposisi kimia dalam minyak berubah. Inilah yang kemudian memicu penumpukan lemak di pembuluh darah dan bahkan dapat memicu kanker.

 

“Minyak sayur yang dipanaskan dan dipakai berulang kali akan berubah dari minyak tidak jenuh ganda menjadi minyak trans. Dalam sehari, minyak trans ini hanya boleh dikonsumsi kurang dari 1% dari total kalori per hari. Jika lebih dari itu, bisa menjadi sumber penyakit nantinya,” jelas dokter spesialis gizi klinik FKUI Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK saat dihubungi Kompas.com (20/5).

 

Sebenarnya, tahu adalah makanan sehat. Karena, tahu dibuat dari kedelai yang merupakan sumber protein nabati yang penting untuk dikonsumsi tubuh. Namun, cara pengolahan yang tidak tepat justru membuat tahu kehilangan label sehat.

 

“Tahu yang dimasak dengan ditumis dengan sedikit minyak, tentu lebih sehat jika dibandingkan dengan tahu yang digoreng dengan minyak yang sudah berulang kali dipakai,” jelas dr. Fiastuti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.