Kompas.com - 23/05/2016, 08:25 WIB
Ilustrasi smoothies. Ilustrasi smoothies.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Serupa tapi tak sama. Menurut ahli gizi dan penulis kesehatan Cynthia Sass, MPH, RD, jus maupun smoothie bisa menjadi sehat atau tidak sehat tergantung bagaimana Anda mengonsumsinya.

 

SMOOTHIE

Sehat bila:
Smoothie umumnya merupakan campuran dari berbagai jenis bahan makanan, sehingga Anda akan mendapat manfaat sehat selain dari buah dan sayuran. Misalnya, Anda bisa mendapatkan asupan protein dengan menambahkan yogurt Yunani atau bubuk protein pada campuran buah atau sayur.

Anda juga dapat menambahkan lemak sehat, dalam bentuk alpukat, biji chia, atau mentega almond. Bisa juga mencampur banyak bahan makanan super lainnya untuk nutrisi yang lebih banyak, seperti jahe segar parut, bubuk matcha atau cokelat, mint segar, dan kayu manis.

Dengan kata lain, keseimbangan gizi smoothie dapat menjadi makanan pengganti atau minuman untuk memulihkan kondisi tubuh pasca olahraga berat atau pada masa penyembuhan.

 

Menjadi tidak sehat bila:
Mengonsumsi smoothie sebagai minuman pendamping makan, benar-benar dapat membuat Anda menelan lebih banyak kalori dari yang Anda bakar.

Ini justru dapat mengganggu penurunan berat badan atau bahkan menyebabkan kenaikan berat badan. Sehingga, tanpa sadar, Anda seperti mengonsumsi dua makanan sekaligus; satu berbentuk makanan, satu berbentuk minuman.

“Saya baru-baru ini kedatangan klien yang mengeluh tidak mendapat hasil penurunan berat badan, meskipun ia makan sehat dan berolahraga. Ternyata, salah satu penyebab utama yang saya temukan adalah ia meminum smoothie 400 kalori setiap pagi, bersama dengan semangkuk oatmeal, atau sayuran dan telur dadar,” kata Sass.

 

JUS

Sehat bila:
Jus bisa menjadi cara yang bagus untuk mengisi kesenjangan gizi yang serius. Misalnya, salah satu klien saya sangat tidak suka sayuran, ujar Sass, tetapi dia akan minum jus hijau setiap hari, dicampur dengan apel dan jahe untuk membuat rasanya menjadi lebih enak.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.