Kompas.com - 26/05/2016, 12:27 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KOMPAS.com – Patah hati dan kesepian ternyata sekarang harus lebih diwaspadai. Bukan cuma rasanya tak enak, kedua hal itu juga membawa risiko tinggi terhadap kesehatan.

Tengok saja cerita Aldi (27 tahun). Dia yang dikenal periang, mendadak suka mengurung diri di kamar. Aldi juga lebih pendiam.

Usut punya usut, lelaki ini sedang patah hati. Hubungan cintanya kandas tak terduga, padahal beberapa bulan sebelumnya mereka sudah mengutarakan niat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Kehadiran orang ketiga menjadi penghalang rencana besar Aldi. Dia pun terpuruk. Dari sosok lelaki penuh tawa riang menjadi kaku dan kikuk.

Sapaan dan senyuman ramah yang biasa terlontar dari mulut Aldi kini berganti raut muka sedih dan tatapan mata kosong. Khawatir dengan kondisi itu, ibu Aldi pun meminta teman-teman anak lelakinya itu datang untuk menghibur sekalipun tak sesuai harapan juga.

Fase “bengong” seperti dialami Aldi dalam kasus patah hati, bukanlah kasus tunggal. Menurut Barbara De Angelis—penulis buku The 100 Most Asked Question About Love, Sex, and Relationship—fase awal setelah putus cinta adalah masa perasaan tercabik-cabik.

Thinkstock/KatarzynaBialasiewicz Ilustrasi

Gejala umumnya adalah menangis spontan, merasa kehilangan, tak berdaya, kesepian, hilang selera makan, bahkan merasa sakit di dada berkelanjutan. Periode itu, tulis Barbara, adalah tahap paling sulit setelah putus cinta.

Untuk memperingan dan memperpendek periode fase ini, mereka yang patah hati sah-sah saja bila menangis sepuasnya untuk meluapkan kesedihan. Lalu, olahraga dan makan teratur harus dilakukan untuk memastikan kondisi fisik tak ikut drop saat hati berantakan.

Sesudah itu, sebaiknya segala kenangan tentang sang mantan, apalagi bertemu dengannya, dihindari.

Waspadai terbunuh sepi

Satu hal lagi yang perlu diwaspadai saat seseorang patah hati, yaitu perasaankesepian. Mereka yang biasa memiliki pasangan mendadak merasa bahka tak lagi punya teman.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.