Kompas.com - 04/06/2016, 16:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Setelah bayi berusia 6 bulan, kebutuhan zat gizinya makin meningkat dan tidak dapat dicukupi sepenuhnya oleh ASI. Pemberian makanan pertama bayi ini haruslah memenuhi unsur gizi seimbang. Apa dan bagaimana makanan pertama bayi yang baik?

Menjelang anak pertamanya Svarga berusia 6 bulan, artis Donita sempat bingung menentukan menu yang tepat untuk bayinya. Ia lalu mengumpulkan banyak informasi agar bisa memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.

”Saya konsultasi dengan dokter anak. Saya dapat masukan juga dari ibu saya. Selain itu, saya juga mencari banyak informasi dari internet soal menu pendamping ASI. Itu sebelum Svarga berusia enam bulan,” kata Donita pada acara Milna 1st Bite Day di Senayan, beberapa waktu lalu.

Apa yang Donita alami juga sering dialami para ibu baru. Terutama jika mereka mendapat masukan yang tidak tepat dari keluarga atau teman. Misalnya saja mengusulkan untuk memberikan pisang, pepaya, atau nasi lembek sebagai makanan pertama bayi.

Makanan pertama bayi yang disebut juga dengan makanan pendamping ASI (MPASI) ini, menurut dokter spesialis anak Attila Dewanti, harus memenuhi angka kecukupan gizi.

Ini karena bayi berusia 0-2 tahun masih dalam masa periode kritis, yang harus mendapat beragam nutrisi karena berdampak pada kesehatannya jangka panjang.

"Tanpa asupan nutrisi yang cukup, dalam jangka panjang kekurangan zat besi, yodium, zinc, dan vitamin A, bisa mengakibatkan penurunan IQ dan risiko penyakit kronik seperti diabetes atau jantung," kata dr.Attila.

Ia menambahkan, hanya memberikan ASI saja pada bayi berusia di atas 6 bulan tidak disarankan. "Setelah usia itu nutrisi dan energi yang terkandung dalam ASI sudah tidak lagi mencukupi. Anak bisa kurus," katanya.

Walau sudah diberikan MPASI, pemberian ASI tetap dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun.

Bertahap

Pemberian MPASI dilakukan secara bertahap, dari makanan bertekstur lembut (bubur susu lalu bubur saring), lembek (bubur biasa lalu nasi tim), hingga padat (nasi biasa), sesuai dengan tingkat usia bayi.

Secara umum, ciri MPASI yang baik adalah kaya akan energi, mengandung protein, vitamin, dan mineral, mudah dicerna bayi, disukai bayi, dan sebisa mungkin terbuat dari bahan makanan yang mengandung pestisida atau bahan pengawet.

Momen makan pertama si kecil memberikan manfaat penting, baik dalam jangka panjang atau pendek. Manfaat jangka pendeknya antara lain penanaman memori rasa lewat perkenalan ragam rasa dan tekstur sejak dini. Selain itu ibu juga bisa mendeteksi apakah si kecil alergi terhadap makanan tertentu.

Dalam jangka panjang, pemberian MPASI yang tepat akan mengurangi kemungkinan si kecil tumbuh menjadi anak yang susah makan di kemudian hari.

Organik

Untuk mengampanyekan peran penting ASI dan MPASI dalam memenuhi angka kebutuhan gizi anak, Kalbe Nutritionals melalui produk Milna menghadirkan kampanye Milna 1st Bite Day - Momen Makan Pertama di beberapa kota di Indonesia.

"Harapannya, edukasi kampanye ini bisa berperan dalam mengatasi masalah gizi kompleks yang ada dan mewujudkan Indonesia sehat," kata Helly Otaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby Kalbe Nutritionals.

Milna juga meluncurkan produk Milna Bubur Bayi Organik. Menurut Christofer Samuel Lesmana, Brand Manager Milna, produk yang baru pertama kali ada di Indonesia ini terbuat dari bahan pangan organik yang diproses secara alami dan pertanian yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia.

"Kelebihan dari bahan pangan dari pertanian organik adalah kandungan zat gizi dan kadar gulanya lebih tinggi, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula pada proses pengolahannya," kata Christofer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.