Kompas.com - 26/06/2016, 12:32 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut menelusuri keberadaan vaksin palsu. Penelusuran dilakukan di sarana produksi, distribusi, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kita sudah kirim edaran di 31 balai POM di seluruh indonesia untuk menelusuri di seluruh pelayanan kesehatan," ujar Direktur Pengawasan Produksi Produk Terapetik BPOM Togi Junice Hutadjulu dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Togi mengatakan, selama ini sistem pengawasan obat, termasuk vaksin memang sudah dilakukan sebelum beredar untuk digunakan masyarakat. BPOM melakukan evaluasi khasiat dan mutu obat-obatan.

Bahkan, untuk vaksin mendapat perlakuan khusus, yaitu dengan melakukan pengujian tiap batch, kemudian pengujian post market.

"Kalau ditemukan kecurigaan kami minta untuk diamankan dan dilakukan pengujian," kata Togi.

Jika ada vaksin palsu, tentu tidak mendapat izin edar dari BPOM. Namun, seperti halnya pelabelan obat palsu, izin edar pun bisa dipalsukan. Untuk itu, perlu ditelusuri lebih lanjut bagaimana vaksin palsu bisa sampai ke pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang mengatakan, mayoritas vaksin dari pemerintah dibeli di produsen resmi dan distributor resmi dengan pengawasan ketat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk klinik dan rumah sakit swasta, Linda meminta agar pengadaan vaksin juga dari produsen dan distributor resmi. Jika ternyata pengadaan vaksin palsu bekerja sama dengan fasilitas kesehatan, tentu ada sanksi tegas yang harus diberikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Akathisia
Akathisia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.