Kompas.com - 18/07/2016, 13:07 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Stres dan kejadian menyedihkan seperti perceraian tampaknya tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Peneliti tidak menemukan hubungan di antara keduanya.

Penemuan itu datang dari Breast Cancer Now Generations Study yang meneliti penyebab kanker payudara. Mereka mengikuti lebih dari 113.000 wanita Inggris lebih dari 40 tahun. Mulai 2003, mereka ditanyai, seberapa sering merasa stres.

Mereka juga mencatat pengalaman satu dari sembilan jenis kejadian stres selama lima tahun terakhir seperti kehilangan, perceraian, ditinggal mati orang tua di bawah usia 20.

Peneliti mengikuti mereka rata-rata enam tahun untuk melihat berapa banyak dari wanita itu yang kemudian mengalami kanker payudara.

Mereka juga mengumpulkan data dari faktor-faktor lain seperti obesitas, aktivitas fisik, konsumsi alkohol dan riwayat keluarga kanker payudara. Para wanita itu juga ditanyai usia menstruasi pertama dan menopause, jumlah anak dan usia wanita saat melahirkan dan durasi menyusui.

Dengan begitu, peneliti mampu menghitung pengaruh faktor-faktor ini, memisahkan efek potensial stres.

Hasilnya, ditemukan tak ada hubungan antara stres dan kanker payudara. Hanya terdapat asosiasi lemah antara satu jenis kanker payudara dengan perceraian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Risiko kanker payudara juga meningkat di antara wanita yang kehilangan ibu di bawah usia 20 tahun.

Tetapi, ketika ibu sudah kena kanker payudara atau indung telur sebelum faktor anak perempuan dikeluarkan, risikonya menjadi kurang bermakna. Hal ini mengatakan risiko meningkat karena faktor kecenderungan genetik, bukan karena efek kehilangan itu sendiri.

Dr Schoemaker, staf ilmuwan dari Institute of Cancer Research, London, mengatakan,"Selalu menantang untuk menguraikan banyak pengalaman dan perilaku kehidupan yang mungkin mempengaruhi risiko kanker. Studi kami menganalisa data sangat besar dan telah menghasilkan bukti stres tidak meningkatkan risiko kena kanker payudara," katanya.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

Health
Jari Kaki Bengkak

Jari Kaki Bengkak

Penyakit
Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Health
Perut Bunyi

Perut Bunyi

Penyakit
IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.