Kamis, 28 Mei 2015

Health

Pertama di Dunia, Gambar Detil Proses Persalinan

Rabu, 8 Desember 2010 | 10:38 WIB

Kompas.com - Demi kemajuan ilmu pengetahuan, seorang ibu dari Berlin, Jerman, melakukan proses bersalin di dalam mesin pemindai MRI (magnetic resonance imaging). Hasilnya untuk pertama kali di dunia dihasilkan citra MRI proses persalinan bayi.

Tim dokter yang terdiri dari ahli kandungan, radiolog dan insinyur berkolaborasi selama dua tahun untuk menciptakan mesin MRI terbuka sehingga bisa menampung ibu hamil dalam proses persalinan. Seperti diketahui mesin MRI konvensional berbentuk seperti lorong panjang yang sempit.

Dengan mesin MRI khusus ini para ahli berharap akan dihasilkan gambaran yang lebih detil bagaimana seorang bayi melewati jalan lahir sehingga membantu pemahaman perlu tidaknya seorang wanita menjalani persalinan dengan operasi caesar.

"Untuk pertama kalinya kita bisa melihat gambaran dengan jelas mekanisme persalinan secara normal melalui vagina. Sudah berpuluh tahun para dokter kandungan mencoba memahami komplikasi yang menyebabkan bayi tidak bisa lahir secara normal, seperti panggul yang sempit atau tidak ada bukaan," kata Dr.Manny Alvarez, ahli kandungan dari departemen obgin dan reproductive science di Hackensack University Medical Center, AS.

Ia mengatakan, berbagai alat seperti ultrasound atau sinar X untuk mengukur tulang dalam panggul yang dipakai sangat minimal.

"Kini dokter bisa mendapatkan penjelasan mengapa ada wanita yang bisa melahirkan bayi dengan bobot cukup besar sementara lainnya tidak. Dokter juga bisa mengetahui penyebab kelainan dystocia shoulder yang terjadi akibat pundak bayi terkena tulang panggul," katanya.


Juru bicara rumah sakit the Charite, tempat berlangsungnya persalinan di MRI itu mengatakan proses persalinan berjalan lancar dan kini ibu dan bayinya dalam keadaan sehat.

Mesin MRI bekerja dengan memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran detil dari organ dan jaringan. Dokter biasanya menggunakan alat ini untuk membantu diagnosa seperti kelainan syaraf, cedera tulang belakang, atau tumor.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: