Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Awas Ibu Hamil Juga Bisa Depresi, Kenali Risiko dan Cara Perawatannya

Ya, depresi bisa menyergap siapa saja, tak terkecuali ibu hamil yang tengah mengandung buah hati.

Persentasenya ibu hamil mengalami gejala depresi bahkan bisa mencapai sekitar 10 hingga 20 persen.

Melansir dari WebMD (15/12/2019), penyebab ibu hamil mengalami gejala derpresi bisa bermacam-macam.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin menjadi pemicu depresi:

  • Memiliki riwayat depresi atau Premenstrual dysphoric disorder (PMDD). PMDD adalah masalah kesehatan yang mirip dengan Premenstrual Syndrome (PMS) tetapi lebih serius. PMDD menyebabkan seseorang merasa cepat marah yang parah dan cemas.
  • Usia saat hamil; semakin muda akan semakin tinggi risikonya.
  • Hidup sendiri atau memiliki dukungan keluarga yang terbatas
  • Dukungan sosial terbatas
  • Konflik pernikahan atau kekerasan dalam rumah tangga
  • Ketidakpastian tentang kehamilan

Stres yang berkaitan dengan kehamilan dapat berkontribusi pada kembalinya atau memburuknya gejala depresi.

Depresi ini kemudian dapat menghalangi ibu hamil untuk merawat diri sendiri selama masa kehamilan.

Para calon ibu pada akhirnya tidak melakukan hal-hal yang direkomendasikan dokter, termasuk tidur dan makan kurang teratur.

Kondisi ini juga dapat membuat ibu hamil melakukan tindakan berisiko seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang hingga tembakau dan alkohol.

Padahal jelas, mengonsumsi obat terlarang, tembakau, hingga alkohol dapat membahayakan ibu hamil dan bayi yang sedang dikandung.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa depresi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan berat bayi lahir rendah.

Namun, ada ahli yang memperdebatkan hubungan antara hasil ini dan depresi yang tidak diobati.

Depresi selama kehamilan dapat menempatkan ibu hamil pada risiko yang lebih besar untuk mengalami episode depresi setelah melahirkan (depresi pascapersalinan).

Kesehatan diri jadi utama

Mempersiapkan bayi adalah sebuah kerja keras, tetapi kesehatan ibu hamil harus didahulukan. Jadi tahan keinginan untuk menyelesaikan semuanya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah depresi, antara lain:

  • Ibu hamil bisa mengurangi melakukan pekerjaan yang dirasa membebani
  • Lakukan hal-hal yang akan membantu ibu hamil untuk rileks. Merawat diri sendiri adalah bagian penting dari merawat anak yang belum lahir.
  • Terbuka dengan pasangan, keluarga, atau teman-teman tentang apa yang menjadi masalah atau pikiran selama ini
  • Meminta dukungan orang sekitar. Besar kemungkinan para ibu hamil akan lebih sering mendapatkannya ketika sudah dibicarakan

Jika semua itu sudah dilakukan tapi ibu hamil masih merasa sedih dan cemas, pertimbangkan untuk melakukan konsultasi dan terapi dengan psikolog maupun dokter spesialis kesehatan jiwa.

Obat dan Perawatan

Studi tentang efek obat-obatan menunjukkan bahwa konsumsi antidepresan aman untuk mengobati depresi selama masa kehamilan.

Namun, mungkin ada sedikit risiko cacat lahir pada janin yang sangat kecil ketika ibu hamil menggunakan antidepresan Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor (SSRI) meliputi fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), dan sertraline (Zoloft).

Terkait manfaat dan dosis antidepresan ini, para calon orangtua disarankan untuk konsultasi dengan dokter.

Dokter akan membantu calon orang tua untuk mengelola gejala depresi yang dialami ibu hamil dan mengembangkan rencana perawatan.

Dokter juga dapat merujuk ibu hamil dengan gejala depresi ke spesialis kesehatan jika, jika memang dibutuhkan.

https://health.kompas.com/read/2019/12/16/153300768/awas-ibu-hamil-juga-bisa-depresi-kenali-risiko-dan-cara-perawatannya

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke