Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

11 Penyebab Mual dan Cara Mengatasinya

KOMPAS.com – Mual adalah istilah untuk menggambarkan kondisi ketidaknyamanan pada perut dan sensasi ingin muntah.

Kondisi ini bisa terjadi pada semua rentang usia, baik anak-anak maupun kelompok lanjut usia (lansia).

Mual memiliki banyak penyebab dan seringkali dapat dicegah.

Beberapa orang mungkin sangat sensitif terhadap gerakan, makanan, obat-obatan, atau efek kondisi medis tertentu, sehingga mengalami mual.

Berikut ini adalah beragam penyebab umum mual yang bisa dikenali:

1. Heartburn atau penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

Melansir Health Line, heartburn atau penyakit GERD dapat menyebabkan isi perut naik kembali ke kerongkongan saat penderitanya makan.

Kondisi ini dapat menciptakan sensasi terbakar yang menyebabkan mual.

2. Infeksi bakteri atau virus

Bakteri atau virus dapat mempengaruhi lambung dan menyebabkan mual.

Bakteri bawaan makanan dapat menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai keracunan makanan.

Infeksi virus juga dapat menyebabkan mual.

3. Efek samping obat

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya pengobatan untuk kanker (kemoterapi) dapat membuat sakit perut atau menyebabkan mual.

Jadi, pastikan untuk membaca dengan cermat informasi pengobatan untuk setiap perawatan baru yang mungkin akan digunakan.

Membaca informasi ini dan berbicara dengan dokter tentang obat dan perawatan apa pun yang akan diterima dapat membantu meminimalkan mual terkait pengobatan.

4. Mabuk perjalanan atau mabuk laut

Mabuk perjalanan dan mabuk laut dapat terjadi karena kendaraan bergerak tidak rata.

Gerakan ini dapat menyebabkan pesan yang dikirimkan ke otak tidak selaras dengan indera, yang menyebabkan mual, pusing, atau muntah.

5. Pengaruh pola makan

Makan berlebihan atau makan makanan tertentu, seperti makanan pedas atau tinggi lemak, bisa mengganggu perut dan menyebabkan mual.

Makan makanan yang membuat seseorang alergi juga bisa menyebabkan mual.

6. Mengalami nyeri hebat

Rasa sakit atau nyeri yang hebat dapat menyebabkan gejala mual.

Ini berlaku untuk kondisi yang menyakitkan seperti pankreatitis, batu empedu, dan atau batu ginjal.

7. Luka di lambung

Ulkus atau luka di lambung atau selaput usus kecil, dapat menyebabkan mual.

Saat penderita makan, luka di organ lambung atau selaput usus kecil bisa menyebabkan sensasi terbakar dan mual mendadak.

8. Kondisi medis lain

Mual juga merupakan gejala dari beberapa kondisi medis lainnya, termasuk:

9. Kecemasan

Mual juga bisa menjadi gejala umum dari kecemasan.

Melansir Health, saat seseorang berada dalam pergolakan serangan panik, tubuhnya akan beralih ke mode "lawan atau lari".

Adrenalin pun dipompa ke aliran darah, mempersiapkan tubuh untuk menghadapi “musuh” yang terlihat atau melakukan pelarian dengan cepat.

Sementara itu, fungsi tubuh seperti pencernaan terhenti, yang mengarah pada akumulasi racun tertentu di dalam tubuh. Akhirnya, sinyal kimiawi mencapai otak dan memicu sensasi mual.

10. Menelan benda asing

Anda mungkin akan tahu jika Anda menelan sesuatu yang tidak seharusnya Anda telan.

Misalnya saja, seseorang bisa jadi tidak sengaja menelan tulang ikan yang tersembunyi di dalam daging.

Benda asing seperti ini, di dalam perut bisa menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut.

11. Kehamilan

Kehamilan juga bisa menjadi penyebab mual.

Ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim, tubuh akan memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG).

Hal inilah yang diduga menyebabkan mual.

Jadi, rasa mual yang muncul bisa menjadi tanda awal kehamilan, di mana tubuh sedang memproduksi hormon yang dibutuhkan untuk kehamilan.

Kapan harus ke dokter ketika mual?

Cari bantuan medis segera jika mual yang dialami disertai dengan gejala serangan jantung.

Gejala serangan jantung termasuk nyeri dada yang sangat parah, sakit kepala hebat, nyeri rahang, berkeringat, atau nyeri di lengan kiri.

Seseorang juga harus mencari pertolongan darurat jika mengalami mual disertai sakit kepala parah, leher kaku, kesulitan bernapas, atau kebingungan.

Selain itu, cari bantuan medis jika Anda curiga telah menelan zat beracun atau jika Anda mengalami dehidrasi.

Anda juga perlu pergi ke dokter jika mual membuat Anda tidak dapat makan atau minum selama lebih dari 12 jam atau tidak mereda dalam waktu 24 jam setelah mencoba obat intervensi yang dijual bebas.

Selalu cari pertolongan medis jika Anda khawatir Anda mungkin mengalami keadaan darurat medis.

Cara mengatasi mual

Melansir WebMD, perawatan untuk mual pada dasarnya tergantung pada penyebabnya.

Misalnya, pada kasus mual karena mabuk perjalanan.

Anda bisa mencoba duduk di kuris depan dalam mobil sebagai upaya untuk meredakan mabuk perjalanan.

Mabuk perjalanan juga dapat dibantu dengan obat-obatan seperti dimenhydrinate (Dramamine), antihistamin, atau dengan mengoleskan koyo skopolamin untuk meredakan mabuk laut.

Minum obat untuk mengatasi penyebab mual juga dapat membantu.

Contohnya termasuk pengurang asam lambung untuk GERD atau obat pereda nyeri untuk sakit kepala hebat.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat pula membantu meminimalkan dehidrasi setelah mual mereda.

Ini termasuk meminum sedikit air putih maupun minuman yang mengandung elektrolit.

Saat Anda mulai memperkenalkan kembali makanan, akan sangat membantu jika terlebih dahulu mengonsumsi beberapa makanan lembut, seperti pisang, nasi, atau roti panggang sampai perut lebih tenang.

https://health.kompas.com/read/2020/10/19/150400868/11-penyebab-mual-dan-cara-mengatasinya

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke