Salin Artikel

6 Bahaya Sepsis yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com – Sepsis adalah kondisi ketika respons tubuh terhadap infeksi merusak jaringannya sendiri.

Sepsis berkembang ketika bahan kimia yang dilepas sistem kekebalan ke aliran darah untuk melawan infeksi menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Sepsis termasuk kondisi yang tak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa mengancam nyawa.

Melansir Mayo Clinic, saat sepsis memburuk, aliran darah ke organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal dapat terganggu.

Sepsis bisa menyebabkan pembekuan darah tidak normal yang mengakibatkan gumpalann kecil atau pecahnya pembuluh darah yang bisa merusak dan menghancurkan jaringan.

Bahaya sepsis yang perlu diwaspadai

Kebanyakan orang dilaporkan dapat sembuh dari sepsis ringan. Tapi, angka kematian akibat syok septik mencapai 40 persen kasus.

Syok septik adalah komplikasi sepsis. Kasus sepsis yang parah dapat menyebabkan kondisi ini.

Syok septik merupakan penurunan tekanan darah secara signifikan yang dapat menyebabkan masalah organ yang parah dan kematian.

Dilansir dari Everyday Health, meskipun syok septik adalah komplikasi dari sepsis, syok septik memiliki kemungkinan komplikasi tersendiri.

Ini karena tekanan darah rendah yang berbahaya memengaruhi kadar oksigen dan aliran darah.

Jika sepsis yang parah dapat membatasi fungsi organ, syok septik bisa menyebabkan kegagalan organ total jika peradangan dan tekanan darah rendah tidak terkontrol.

Akibat peradangan parah yang memicu pembekuan darah dan tekanan darah rendah yang menyebabkan aliran darah tidak memadai, organ mungkin tidak menerima oksigen atau darah yang cukup untuk berfungsi dengan baik.

Berikut ini adalah komplikasi atau bahaya sepsis dan syok septik yang bisa terjadi:

  1. Gagal ginjal
  2. Disfungsi jantung
  3. Gagal napas
  4. Stroke
  5. Gagal fungsi banyak organ lainnya
  6. Amputasi anggota tubuh

Kematian sangat mungkin bisa terjadi jika beberapa sistem organ tubuh pada penderita sepsis sudah tidak lagi berfungsi dan mati.

Selain kemungkinan kegagalan organ, syok septik memang dapat pula menyebabkan amputasi anggota tubuh.

Risiko amputasi meningkat ketika gumpalan darah terbentuk di dalam tubuh.

Mengapa demikian?

Gumpalan darah pada dasarnya bisa mencegah aliran darah.

Ketika bagian tubuh kekurangan darah dan oksigen dalam jangka panjang, jaringan tubuh mulai mati.

Terkadang, kerusakan bisa diperbaiki.

Ketika terlalu banyak jaringan tubuh yang mati, satu-satunya pilihan adalah membuang jaringan yang mati. Ini mungkin melibatkan pengangkatan jari, jari kaki, kaki, lengan, atau tungkai.

Bahkan jika seseorang pulih dari syok septik, dia mungkin hidup dengan gejala pasca-sepsis selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Gejala pasca-sepsis dapat berupa insomnia, kelelahan, depresi, dan penurunan kognitif.

Oleh sebab itu, jika Anda mencurigai memiliki gejala sepsis, penting bagi Anda untuk bisa segera pergi ke dokter atau rumah sakit.

Semakin lama Anda menunggu atau menunda pergi ke dokter, maka kian besar pula risiko infeksi berkembang menjadi keadaan darurat yang mengancam jiwa.

Perlu dipahami bahwa banyak orang yang didiagnosis mengalami syok septik tidak dapat bertahan hidup.

Karena kondisi ini membebani sistem kekebalan, ada juga risiko infeksi berulang setelah perawatan.

Oleh karena itu, mempelajari gejala sepsis dan mendapatkan pengobatan dini adalah kesempatan terbaik untuk bisa bertahan hidup.

https://health.kompas.com/read/2021/05/20/120100568/6-bahaya-sepsis-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.