Salin Artikel

5 Cara Menurunkan Demam Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

KOMPAS.com – Demam adalah bentuk reaksi tubuh untuk membantu memerangi penyakit.

Ketika Anda tertular penyakit virus, seperti pilek, flu, maupun Covid-19, sistem kekebalan tubuh Anda merespons dengan melakukan pertahanan.

Bagian dari respons ini sering kali melibatkan peningkatan suhu tubuh Anda agar tidak terlalu ramah terhadap virus dan kuman lainnya.

Suhu tubuh kebanyakan orang biasanya sekitar 37 derajat Celcius. Kondisi demam adalah ketika suhu tubuh seseorang mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.

Tidak seperti infeksi bakteri, penyakit virus tidak merespon terhadap antibiotik.

Sebaliknya, demam akibat virus dapat reda dengan sendirinya. Ini bisa memakan waktu mulai dari beberapa hari hingga seminggu atau lebih lama, tergantung pada jenis infeksinya.

Kapan harus menemui dokter ketika demam?

Demam biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Tetapi ketika suhu tubuh cukup tinggi, demam dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan.

Untuk anak-anak

Demam tinggi bisa lebih berbahaya bagi anak kecil daripada orang dewasa.

Inilah saatnya Anda perlu menghubungi dokter:

Untuk anak-anak berusia 2 tahun ke atas, hubungi dokter jika mereka mengalami demam yang berulang kali naik di atas 40 derajat Celcius.

Cari juga saran medis jika anak Anda demam dan:

  • Tampak sangat lesu dan mudah tersinggung atau memiliki gejala parah lainnya
  • Demam berlangsung lebih dari tiga hari
  • Demam tidak merespon obat
  • Mereka tidak mempertahankan kontak mata dengan Anda
  • Mereka tidak bisa menahan cairan

Untuk orang dewasa

Demam juga bisa berisiko bagi orang dewasa dalam beberapa kasus.

Temui dokter Anda untuk demam yang suhunya 39 derjat Cecius atau lebih tinggi yang tidak merespons pengobatan atau berlangsung lebih dari tiga hari.

Anda juga perlu mencari pengobatan jika mengalami demam disertai dengan:

  • Sakit kepala parah
  • Ruam
  • Kepekaan terhadap cahaya terang
  • Leher kaku
  • Sering muntah
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada atau perut
  • Kejang 

Cara menurunkan demam

Meski demam akibat virus pada dasarnya bisa reda dengan sendirinya, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu mengelola gejala atau mempercepat kesembuhan.

Berikut ini beberapa cara menurunkan demam secara alami dan dengan bantuan obat yang dapat dipertimbangkan:

1. Minum cairan

Demam virus pada umumnya akan membuat tubuh kita jauh lebih panas dari biasanya. Hal ini dapat menyebabkan tubuh kita berkeringat dalam upaya untuk mendinginkan.

Sementara, reaksi berkeringat ini dapat menyebabkan kehilangan cairan yang bisa menyebabkan dehidrasi.

Jadi, cobalah untuk minum air putih sebanyak yang Anda bisa ketika Anda mengalami demam akibat infeksi virus untuk mengisi kembali cairan yang hilang.

Anda tidak harus mengisi tubuh dengan air putih. Beberapa minuman dan makanan ini juga baik dikonsumsi saat demam:

  • Jus
  • Minuman khusu olahraga
  • Kaldu
  • Sup
  • Teh tanpa kafein

Bayi dan balita dapat mengambil manfaat dari minuman yang diformulasikan khusus dengan elektrolit. Anda dapat membeli minuman ini di toko bahan makanan atau secara online. Anda juga bisa membuat minuman elektrolit sendiri di rumah.

2. Beristirahatlah yang banyak

Saat mengalami demam virus, tubuh kita akan bekerja keras untuk melawan infeksi.

Untuk itu, kurangi kelonggaran diri dengan beristirahat sebanyak mungkin.

Bahkan jika kita tidak dapat menghabiskan hari di tempat tidur, cobalah untuk menghindari aktivitas fisik sebanyak mungkin.

Buat target dapat tidur delapan sampai sembilan jam atau lebih pada malam hari. Sementara waktu pada siang hari sebaiknya digunakan untuk melakukan aktivitas bersifat ringan.

Jika Anda terbiasa melakukan olahraga, lebih baik tunda dulu melakukannya selagi demam. Mengerahkan diri dapat meningkatkan suhu lebih tinggi.

3. Minum obat yang dijual bebas

Obat penurun panas yang dijual bebas adalah cara termudah untuk mengelola demam.

Selain dapat menurunkan panas, obat demam sering kali dapat membantu meredakan gejala yang membersamai, seperti nyeri ringan, sakit kepala, sakit gigi, dan pilek.

Untuk menjadi catatan, Anda tetap harus terus mendapatkan banyak istirahat meski Anda merasa lebih baik selama beberapa jam setelah minum obat demam.

Beberapa obat penurun panas yang umum digunakan untuk mengatasi demam, yakni:

  • Acetaminophen (paracetamol)
  • Ibuprofen
  • Aspirin
  • Naproksen

Selain itu, sebelum Anda mengonsumsi obat penurun demam, ingatlah informasi keselamatan ini:

4. Coba obat herbal

Orang terkadang mencoba pengobatan herbal untuk mengobati demam.

Perlu diingat bahwa obat herbal ini telah terbukti dapat meredakan demam pada hewan. Tidak ada bukti yang dapat diandalkan bahwa obat herbal bekerja pada manusia.

Keamanan obat herbal pada anak-anak sering kali tidak jelas atau tidak diketahui juga. Sebaiknya hindari pengobatan ini pada anak-anak.

Penting juga untuk dicatat bahwa obat-obatan herbal sering kali tidak dikontrol seperti obat kimia.

Jadi, bicaralah dengan dokter sebelum mencoba obat herbal apa pun untuk mengatasi demam. Selalu ikuti petunjuk penggunaan.

Beberapa obat herbal atau bahan alami yang dipercaya dapat mengatasi demam, yaitu:

  • Kelor

Kelor merupakan tanaman tropis yang memiliki beragam manfaat nutrisi dan obat.

Hampir semua bagian tanaman kelor mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan agen antibakteri.

Sebuah studi pada 2014 menemukan bahwa kulit kelor bisa mengurangi demam pada kelinci.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana tanaman ini dapat menurunkan demam pada manusia.

Beberapa penelitian menunjukkan itu mungkin lebih lembut pada hati daripada obat yang dijual bebas seperti acetaminophen.

Perlu diingat selalu bahwa jangan pernah gunakan kelor jika Anda sedang hamil dan minum obat yang merupakan substrat sitokrom P450, seperti lovastatin (Altoprev), fexofenadine (Allegra), atau ketoconazole (Nizoral).

  • Akar kudzu

Akar kudzu adalah ramuan yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Ini memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi rasa sakit.

Sebuah studi pada 2012 menunjukkan bahwa akar kudzu dapat mengurangi demam pada tikus, tetapi penelitian pada manusia diperlukan untuk mengevaluasi ini dengan benar.

Perlu diingat juga, hindari penggunaan akar kudzu jika Anda sedang minum tamoxifen, memiliki kanker sensitif hormonal, seperti kanker payudara ER-positifpositive, dan sedang minum metotreksat (Rasuvo).

Jika Anda mengonsumsi obat diabetes, bicarakan dengan dokter sebelum mencoba akar kudzu.

5. Mendinginkan tubuh

Anda dapat membantu mendinginkan tubuh Anda dengan paparan suhu yang lebih dingin. Tapi, pastikan Anda tidak berlebihan.

Jika Anda mulai menggigil, segera hentikan upaya ini. Menggigil dapat menyebabkan demam Anda meningkat.

Hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mendinginkan tubuh dengan aman adalah sebagai berikut:

https://health.kompas.com/read/2021/07/04/090000368/5-cara-menurunkan-demam-secara-alami-dan-dengan-bantuan-obat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.