Salin Artikel

4 Cara Mencegah Kanker Serviks, Tak Hanya Suntik Vaksin HPV

Melansir laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), leher rahim adalah organ penghubung antara vagina dan rahim atau tempat janin tumbuh ketika wanita hamil.

Setiap wanita bisa terkena kanker serviks. Namun, penyakit ini paling sering menyerang wanita di atas usia 30 tahun.

Penyebab kanker serviks utamanya berasal dari infeksi human papilloma virus (HPV) yang biasanya menular lewat hubungan seks.

Berikut beberapa cara mencegah kanker serviks yang bisa dilakukan para wanita untuk menurunkan risiko penyakit ini.

1. Vaksin kanker serviks

Anda bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks dengan suntik vaksin HPV (human papilloma virus).

Manfaat vaksin HPV dapat mencegah segala jenis penyakit yang disebabkan oleh HPV, termasuk kutil kelamin dan kanker serviks.

Virus ini dapat menyerang pria dan wanita, terutama pada vagina, penis, leher rahim, bibir vagina, mulut, dan saluran napas bagian atas.

Melansir laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat dua jenis vaksin HPV di Indonesia, yakni bivalen dan tetravalen.

Vaksin HPV bivalen menyasar jenis HPV 16 dan 18 untuk mencegah kanker serviks. Sedangkan vaksin HPV tetravalen menyasar jenis HPV 6, 11, 16, dan 18 berguna untuk mencegah kanker serviks sekaligus kutil kelamin.

Pemberian vaksin HPV di Indonesia diarahkan untuk remaja perempuan mulai usia 10 tahun ke atas.

Vaksinasi HPV diberikan dua dosis untuk anak usia 10-13 tahun, dan tiga dosis untuk anak usia 16-18 tahun.

Jadwal pemberian vaksin HPV selang sebulan sejak kali pertama penyuntikan, dan jaraknya paling lama enam bulan selang penyuntikan pertama.

Apabila jadwal pemberian vaksin terlewat karena sakit atau hal lain, suntik vaksin HPV tidak perlu diulang. Cukup kejar suntik vaksin agar dosisnya lengkap.

2. Cek leher rahim secara berkala

Melansir NHS, skrining atau pemeriksaan leher rahim dapat mendeteksi perubahan abnormal pada serviks sejak dini.

Wanita berusia 25-49 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan leher rahim setiap tiga tahun sekali.

Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun perlu memeriksakan kondisi leher rahimnya setiap lima tahun sekali.

Skrining leher rahim ini penting, termasuk untuk wanita yang sudah pernah disuntik vaksin HPV.

Pasalnya, ada banyak faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena kanker leher rahim. Terutama jika wanita termasuk kelompok berisiko tinggi terkena kanker serviks.

Wanita yang berasal dari penderita kanker serviks dan punya gaya hidup tidak sehat berisiko terserang penyakit ini.

3. Setop merokok

Cara mencegah kanker serviks dan penyakit berbahaya yang penting dilakukan wanita yakni setop merokok.

Rokok dapat menghambat kemampuan tubuh ketika menghadapi infeksi HPV. Kondisi ini apabila dibiarkan berkepanjangan bisa berkembang menjadi kanker.

Jika Anda saat ini kesulitan berhenti merokok, coba minta bantuan dari klinik berhenti merokok di sejumlah puskesmas, rumah sakit, atau layanan kesehatan terpercaya lainnya.

4. Seks aman

Sebagian besar kanker serviks terkait dengan infeksi HPV yang ditularkan lewat hubungan seks.

Untuk menurunkan risiko penyakit ini, wanita bisa melakukan seks yang lebih aman. Melansir Cancer.net, berikut beberapa caranya:

  • Hindari pernikahan dini, jangan berhubungan seks ketika usia belum menginjak 18 tahun, dan tunda kehamilan ketika usia belum genap 20 tahun
  • Jangan gonta-ganti pasangan seks karena rentan jadi pintu penularan infeksi HPV dan penyakit menular seksual lainnya
  • Lakukan seks aman dengan perlindungan kondom
  • Hindari hubungan seks dengan orang yang punya banyak pasangan seks
  • Jangan berhubungan seks dengan orang yang terkena penyakit kutil kelamin

Cara mencegah kanker serviks tidak bisa tunggal, atau hanya mengandalkan satu poin di atas. Anda perlu menjalankan semuanya agar risiko terkena penyakit ini bisa benar-benar diminimalkan.

https://health.kompas.com/read/2021/08/31/230100068/4-cara-mencegah-kanker-serviks-tak-hanya-suntik-vaksin-hpv

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

Health
4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

Health
7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

Health
6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

Health
Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Health
Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Health
Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Health
13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

Health
Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Health
Kanker Lidah

Kanker Lidah

Penyakit
Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Health
4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

Health
5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

Health
Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Health
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.