Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Gejala Usus Buntu pada Anak yang Pantang Disepelekan

Melansir Cleveland Clinic, penyakit usus buntu terjadi ketika organ ini terinfeksi atau meradang.

Masalah kesehatan ini biasanya menyerang anak-anak dan remaja berusia antara lima sampai 18 tahun. Jarang ada bayi terkena penyakit usus buntu.

Penyakit usus buntu pada anak tidak boleh disepelekan dan perlu segera diobati. Apabila terlambat diberikan penanganan medis, usus buntu anak bisa pecah.

Imbasnya, bakteri dari usus buntu bisa menyebar ke seluruh perut dan berdampak fatal.

Simak penjelasan gejala usus buntu pada anak, penyebab, cara mengobatinya berikut.

Gejala usus buntu pada anak

Usus buntu adalah organ kecil berbentuk tabung yang melekat di usus besar. Organ ini letaknya di perut kanan bagian bawah.

Melansir Kid’s Health, gejala usus buntu pada anak, antara lain:

  • Sakit perut, terutama di sekitar pusar sampai di perut kanan bawah
  • Demam
  • Tidak doyan makan
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perut bengkak

Segera bawa anak ke dokter jika mengalami ciri-ciri penyakit usus buntu di atas. Terutama jika suhu tubuh demam tinggi sampai 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut bisa jadi gejala usus buntu pecah.

Penyebab usus buntu pada anak

Ketika usus buntu tersumbat, bakteri bisa tumbuh di organ kecil ini dan memicu infeksi. Beberapa hal yang bisa menyebabkan usus buntu tersumbat, antara lain:

  • Kotoran buang air besar keras
  • Kelenjar getah bening di usus bengkak
  • Infeksi parasit atau bakteri

Perlu diketahui, penyakit usus buntu pada anak tidak menular. Jadi, tak perlu khawatir anak ketularan atau menulari orang terdekat.

Cara mengobati usus buntu pada anak

Usus buntu pada anak perlu diobati dengan operasi pengangkatan usus buntu yang terinfeksi.

Dokter spesialis bedah biasanya menjalankan operasi pengangkatan usus buntu dengan alat kecil yang disebut laparoskopi.

Metode operasi ini minim sayatan. Apabila tidak ada komplikasi, anak-anak yang dioperasi usus buntu biasanya hanya perlu istirahat di rumah sakit untuk diobservasi selama sehari.

Jika radang usus buntu atau infeksi ini dibiarkan tanpa penanganan medis tepat, organ ini bisa pecah selang dua sampai tiga hari sejak gejala usus buntu pada anak muncul.

https://health.kompas.com/read/2021/09/03/090100568/7-gejala-usus-buntu-pada-anak-yang-pantang-disepelekan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+