Salin Artikel

Bahayakan Janin dan Ibu, Ini 4 Dampak Obesitas Saaat Hamil

KOMPAS.com - Sudah bukan rahasia lagi bahwa obesitas bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Bahkan di masa kehamilan, obesitas juga bisa membahayakan nyawa sang ibu dan janin.

Berat badan juga menjadi aspek penting selama kehamilan. Jadi, Anda perlu mempertimbangkannya, baik saat merencanakan kehamilan atau selama masa kehamilan.

Berat badan yang naik selama masa kehamilan adalah hal yang wajar. Namun, kenaikan berat badan tersebut juga tidak boleh berlebihan.

Melansir ata Mayo Clinic, wanita yang mengandung satu janin dianggap normal jika mengalami kenaikan berat badan sebanyak lima hingga sembilan kilogram.

Jika Anda hamil bayi kembar, kenaikan berat badan yang normal umumnya berada di kisaran angka 11 hingga 19 kilogram.

Bahaya obesitas selama hamil

Obesitas selama masa kehamilan bisa menyebabkan berbagai masalah serius, seperti berikut:

1. Hipertensi gestasional

Kondisi ini terjadi karena naiknya tekanan darah tinggi. Biasanya, hal ini terjadi selama paruh kedua kehamilan.

Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini bisa menyebakan preeklamsia, yang membahayakan nyawa ibu dan janin.

2. Preeklamsia

Preeklamsia adalah bentuk serius dari hipertensi gestasional yang biasanya terjadi pada paruh kedua kehamilan atau segera setelah melahirkan.

Kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal dan hati wanita. Dalam kasus yang jarang terjadi, kejang, serangan jantung, dan stroke dapat terjadi.

Preeklamsia juga bisa menyebabkan masalah pada pertumbuhan janin.

3. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional terjadi etika kadar gula darah naik selama masa kehamilan.

Hal ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan besar, yang secara otomatis meningkatkan kemungkinan lahir sesar.

Wanita yang pernah menderita diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes melitus di kemudian hari, begitu juga dengan anak-anak mereka.

4. Apnea tidur obstruktif

Apnea tidur adalah suatu kondisi di mana seseorang berhenti bernapas untuk waktu yang singkat selama tidur.

Selama kehamilan, sleep apnea dapat menyebabkan kelelahan dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, preeklamsia, serta masalah jantung dan paru-paru.

https://health.kompas.com/read/2022/06/27/160000468/bahayakan-janin-dan-ibu-ini-4-dampak-obesitas-saaat-hamil

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.