Kompas.com - 14/04/2011, 12:28 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Setiap orang pasti ingin terlahir dalam keadaan sempurna. Namun, hal itu tak dialami oleh Teddy (35), salah seorang penderita kelainan darah hemofilia. Teddy sudah divonis menderita hemofilia sejak masih berusia delapan bulan.

Kecurigaan sebenarnya sudah ada saat masih bayi, di mana ketika tali pusarnya lepas. Teddy butuh waktu yang lebih lama untuk sembuh, tidak seperti bayi normal pada umumnya. Meski tak merasa khawatir akan penyakitnya, Teddy tahu betul bahwa dirinya harus selalu bisa menjaga diri.

Menjaga diri artinya tidak melakukan suatu hal yang bisa berakibat buruk pada tubuhnya. Pasalnya, bagi seseorang yang menderita hemofilia, tubuh akan sangat rentan sekali terhadap benturan dan luka. 

"Kehidupan saya sebagai anak kecil ya normal. Waktunya main, main. Main dengan teman-teman, baik di sekolah dan di rumah. Ada kalanya penyakit saya kambuh. Kambuhnya itu seperti ada perdarahan di mata kaki. Perdarahan itu ada di bawah kulit, rasanya nyeri, jadi darah enggak keluar," jelasnya.

Bagian sendi adalah daerah yang paling rentan mengalami pendarahan. Selain di mata kaki, perdarahan sendi paling sering terjadi di lutut, siku tangan, tumit, dan pinggul. Seringnya perdarahan di mata kaki membuat langkah Teddy  tidak lagi mantap dan sedikit agak pincang. Namun itu semua tidak mengurangi semangat dan kegigihannya untuk bisa terus bertahan.

Seiring waktu berjalan, teman-teman dan guru Teddy akhirnya mengetahui bahwa dirinya mendeita hemofilia. Namun tak ada perubahan sikap dan perlakuan berbeda yang diterimanya baik dari teman ataupun sekolah. "Perlakuan teman-teman saya itu pada prinsipnya sama. Enggak diskriminasi, enggak dikucilin, tetap normal," tambahnya.

Hemofilia merupakan sebuah kelainan perdarahan, di mana tubuh tidak memiliki salah satu faktor pembeku darah. Dalam buku  Mayo Clinic Family Health Book disebutkan, hemofilia terdiri dari tiga jenis, yakni hemofilia A, B, dan C.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jenis hemofilia yang lazim adalah hemofilia A (hemofilia klasik), yang disebabkan kekurangan faktor pembeku VIII. Selebihnya, jika bukan menderita hemofilia A, biasanya menderita hemofilia B (penyakit christmas), yang disebabkan kekurangan faktor pembeku IX. Sementara hemofilia C, yang lebih dikenal karena kekurangan faktor XI, jarang sekali ditemukan.

Prof Dr Moeslichan MZ SpA(K) dari Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia   mengungkapkan, seseorang yang sudah terkena hemofilia harus menjalani pengobatan seumur hidup. Biaya pengobatan untuk penyakit ini memang tergolong masih mahal. Tak heran  jika banyak pasien penderita hemofilia mengeluhkan biaya perawatan, termasuk Teddy, yang divonis  menderita hemofilia tipe B.

Seminggu sekali, biasanya seorang pasien hemofilia akan melakukan suntik FFP (fresh frozen plasma). Suntikan FFP ini, menurut Teddy, sangat dibutuhkannya supaya dapat beraktivitas dengan normal.

Halaman:
Baca tentang

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tendinitis

    Tendinitis

    Penyakit
    7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

    7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

    Health
    5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

    5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

    Health
    Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

    Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

    Health
    Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

    Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

    Health
    Nyeri Payudara

    Nyeri Payudara

    Penyakit
    6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

    6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

    Health
    Insomnia

    Insomnia

    Penyakit
    10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

    10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

    Health
    Skizoafektif

    Skizoafektif

    Penyakit
    7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

    7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

    Health
    Trakhoma

    Trakhoma

    Penyakit
    6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

    6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Abses Otak

    Abses Otak

    Penyakit
    10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    Health
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.