Kompas.com - 22/03/2013, 08:28 WIB
EditorAsep Candra

Jakarta, Kompas - Upaya memperkenalkan pendidikan seks dan kesehatan reproduksi di sekolah terus diupayakan. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana terus mencari cara agar pendidikan seks bisa menjangkau remaja melalui sekolah.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Julianto Witjaksono, Rabu (20/3), di Jakarta, mengatakan, hingga kini pendidikan seks di sekolah terus ditolak banyak pihak. Pendidikan seks dicurigai sebagai kegiatan kontraproduktif dan mengarah pada pornografi.

”Padahal, melalui pendidikan seks, remaja mendapat pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, perilaku seks dini dapat ditekan,” kata Julianto.

Dia mencontohkan di Filipina yang memberikan pendidikan seks di sekolah. Salah satu materinya, bagaimana perempuan bisa memiliki bayi. Hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan organ reproduksi diperkenalkan. ”Penelitian menunjukkan, semakin banyak tahu, remaja justru mampu menghindari perilaku seks bebas,” katanya.

Di Indonesia, karena akses terhadap pendidikan seks minim, remaja mencari tahu melalui saluran lain yang kadang tidak tepat. ”Kalau tidak diarahkan, malah berbahaya,” kata Julianto.

BKKBN berupaya menggandeng siswa berprestasi menjadi bagian tim champion. Tugas mereka menampung keluh kesah remaja terkait persoalan yang berhubungan dengan seksualitas. ”Ini dilakukan karena ada kecenderungan remaja lebih senang berbicara dengan teman sebaya. Namun, kami tetap berupaya agar pendidikan seks bisa masuk ke sekolah, mungkin dengan nama lain,” ujar Julianto.

Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sudibyo Alimoesa secara terpisah mengatakan, promosi kesehatan reproduksi untuk remaja saat ini jadi salah satu prioritas. BKKBN mendidik 16.000 konselor remaja di sekolah menengah atas dan mahasiswa di seluruh Indonesia agar berperan serta aktif dalam kampanye kesehatan reproduksi. Ke depan, upaya serupa akan dilakukan di sekolah menengah pertama dan pesantren. (DOE)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.