Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/04/2013, 17:56 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kifosis atau bungkuk akibat pengeroposan tulang yang kerap terjadi di usia lanjut dapat dicegah dengan sering melakukan olahraga "menghentak". Olahraga menghentak maksudnya adalah yang membutuhkan gerakan yang memberikan tekanan untuk otot dan tulang.

Menurut spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Departemen Rehabilitasi Medik RSCM/FKUI dr. Siti Annisa Nuhonni, kifosis sebenarnya dapat dicegah dengan cukup konsumsi kalsium dan vitamin D serta aktivitas fisik. Sayangnya, meskipun mengonsumsi cukup kalsium, tubuh tidak dapat menyerap semua kalsium yang dikonsumsi.

"Kalsium yang dapat diserap tubuh hanya 30 hingga 50 persen saja dari total yang dikonsumsi," papar Honni, panggilannya, dalam talk show bertajuk 'Kenali Kifosis, Jauhi Penyebabnya: Osteoporosis. Demi Esok yang Lebih Baik' Kamis (25/4/2013) di Jakarta.

Hal inilah yang membuat perlu adanya upaya untuk membantu meningkatkan penyerapan kalsium tubuh. Salah satunya adalah dengan olahraga menghentak. "Olahraga menghentak dapat mempermudah kalsium untuk bisa masuk ke tulang," jelas Honni.

Ia memaparkan, olahraga menghentak akan memberikan tekanan dan tarikan pada otot sehingga merangsang pembentukan tulang. Otot melekat pada tulang, sehingga tekanan dan tarikan pada otot juga dapat berpengaruh pada tulang.

Menurut situs Mayoclinic, jenis olahraga terbaik untuk mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis antara lain latihan beban, berjalan, mendaki, berenang, berdansa, dan naik-turun tangga. Latihan-latihan tersebut bermanfaat untuk melatih daya tahan dan kelenturan.

Kifosis merupakan kondisi punggung melengkung akibat memipihnya tulang bagian depan sehingga membuat tubuh melengkung ke depan. Kifosis dapat menyebabkan beberapa masalah, mulai dari masalah estetik hingga dapat mempengaruhi paru-paru, saraf, dan organ lainnya, sehingga menyebabkan rasa sakit dan masalah lainnya.

Selain disebabkan oleh penurunan massa tulang, kifosis juga disebabkan oleh kebiasaan yang tidak baik, seperti terlalu lama duduk di depan komputer tanpa mengimbangi dengan aktivitas fisik. Bahkan terbiasa berbicara dengan orang yang lebih pendek sehingga butuh membungkuk juga meningkatkan risiko kifosis.

Kendati demikian, kifosis yang disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan buruk masih dapat diperbaiki dengan mengubah kebiasaan. Hal ini dikarenakan tulang masih dalam keadaan baik, bukan mengalami pengeroposan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+