Kompas.com - 14/05/2013, 09:38 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Beberapa gangguan selama kehamilan bisa membuat seorang ibu hamil diminta untuk bedrest alias beristirahat total di tempat tidur. Namun penelitian terbaru menyebutkan, bed rest mungkin kurang efektif mencegah kelahiran prematur.

Selama berpuluh tahun para dokter telah menyarankan bed rest, meski sebenarnya belum ada bukti ilmiah yang kuat mengenai manfaat bed rest.

Sebagian kalangan juga menilai bed rest bisa menyebabkan efek samping bagi calon ibu, baik dari sisi emosional atau pun finansial karena membuat seorang wanita terpaksa tidak bekerja. Saat ini diperkirakan 1 dari 5 ibu hamil terpaksa bed rest, baik sepanjang kehamilan atau pada beberapa waktu.

"Selama ini bed rest dianggap sebagai tindakan yang murah, tidak berbahaya, dan rekomendasi yang masuk akal," kata Dr.Joseph Biggio dari Universitas Alabama di Birmingham.

Dalam dua analisa terpisah mengenai studi yang sudah dilakukan, tiga dokter obgyn yang melakukan analisa ini menyebutkan bahwa tidak etis meminta seorang wanita hamil untuk bed rest kecuali dalam rangka penelitian.

Lantas, mengapa masih banyak dokter yang menyarankan pasiennya untuk bed rest? Alasan utamanya adalah karena memang tak banyak terapi yang bisa dilakukan untuk mencegah kelahiran prematur dan komplikasi lain.

Dalam penelitiannya, Dr.Catherine Spong, spesialis maternal-fetal dari National Institute of Health, menganalisa beberapa studi yang melibatkan para ibu hamil dengan risiko tinggi karena memiliki leher rahim pendek.

Bed rest adalah istilah umum yang tidak hanya berarti berbaring sepanjang hari di tempat tidur. Selama terapi ini, dokter bisa juga menyarankan pasien untuk membatasi aktivitasnya, mulai dari aktivitas seksual, bekerja, atau bahkan tidak boleh mengerjakan hal lainnya.

Hampir 40 persen dari 646 wanita hamil dalam penelitian ini diminta membatasi kegiatannya di trimester kedua dan ketiga kehamilan, baik kegiatan seksual, bekerja, atau pekerjaan rumah tangga.

Hasilnya, 37 persen wanita yang menjalani bed rest melahirkan bayi prematur, dibandingkan dengan 17 persen ibu hamil yang tak menjalani bed rest.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
Sindrom Cushing

Sindrom Cushing

Penyakit
7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

Health
5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

Health
4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Health
Penyakit Paru Interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Penyakit
Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Health
Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.