Kompas.com - 26/06/2013, 16:40 WIB
Ilustrasi metode cuci darah. shutterstockIlustrasi metode cuci darah.
|
EditorAsep Candra


JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasien gagal ginjal terminal di Indonesia yang membutuhkan cuci darah atau dialisis mencapai 150.000 orang. Namun pasien yang sudah mendapatkan terapi dialisis baru sekitar 100.000 orang.

Perhimpunan Nefrolog (ahli ginjal dan hipertensi) Indonesia atau Pernefri melaporkan, setiap tahunnya terdapat 200.000 kasus baru gagal ginjal stadium akhir. Tetapi tidak semua pasien terlayani kebutuhan cuci darahnya karena keterbatasan unit mesin dialisis.

"Jumlah mesin dialisis di seluruh Indonesia baru 2.400 mesin yang masing-masing melayani 6 pasien per hari. Totalnya mesin yang kita punya melayani 12.000 pasien dan semuanya full," kata Prof. Rully Roesly dari Pernefri dalam acara seminar Pelayanan Kesehatan yang Efektif dan Efisien pada Kasus Gagal Ginjal Terminal yang diadakan PT. Askes di Jakarta, (26/6/13).

Menurut Eka B Wahjoeni dari Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, mayoritas pasien gagal ginjal tahap terminal dibiayai oleh pemerintah. Menjelang diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional 2014, diperkirakan akan terjadi peningkatan biaya pelayanan kesehatan akibat peningkatan jumlah pasien yang memerlukan dialisis atau cangkok ginjal.

Pada tahun 2012 menurut data Askes, pelayanan dialisis menyerap 24 persen dari total biaya pelayanan kesehatan katostropik, yakni mencapai 428 miliar. Biaya tersebut naik 35 persen dari tahun sebelumnya dengan penambahan kasus sampai 14 persen.

"Biaya dialisis mengalami tren peningkatan, baik hemodialisa, continous ambulatory peritoneal dialysis, atau transplantasi ginjal," kata direktur pelayanan PT.Askes Fajriadinur dalam acara yang sama.

Mengantisipasi membengkaknya biaya kesehatan saat JKN diberlakukan tahun depan, Fajriadinur berharap semua pihak dapat ikut terlibat untuk membuat standar, panduan klinis untuk penyakit gagal ginjal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nantinya akan ada panduan mengenai mana pasien yang bisa dilayani di tingkat primer, pelayanan kesehatan sekunder atau rumah sakit utama," katanya.

Sistem subsidi silang juga akan membuat beban kesehatan tak terlalu besar. "Asuransi sosial sifatnya gotong royong sehingga setiap warga negara terlindungi. Askes sebagai BPJS juga akan mencari pembiayaan yang efektif dengan kendali mutu," imbuhnya.

Prof.Rully juga mengingatkan pentingnya tindakan pencegahan, khususnya pada pasien hipertensi dan diabetes mellitus yang menjadi penyebab terbesar gagal ginjal.

"Pasien harus diedukasi untuk tidak menunda dialisis. perubahan gaya hidup mutlak dilakukan untuk mencegah progresivitas gagal ginjal agar tidak jatuh menjadi lanjut," katanya.

Pemerintah pun disarankan memperbaiki infrastruktur demi mendukung berkembangnya transplantasi ginjal di Indonesia. "Cangkok ginjal adalah terapi yang paling baik bagi pasien gagal ginjal terminal," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.