Kompas.com - 22/08/2013, 10:06 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kemudahan mengakses informasi membuat kehidupan tokoh-tokoh terkenal terkesan lekat di kehidupan kita. Karena itu, tes mengingat nama dan detail kehidupan tokoh-tokoh terkenal bisa menjadi salah satu cara mendeteksi demensia atau pikun.

Menurut studi yang dipublikasi dalam jurnal Neurology, demensia atau pikun karena usia lanjut bisa dideteksi dengan tes mengingat nama tokoh terkenal dengan detail kehidupan mereka. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya informasi seputar tokoh terkenal yang bisa diakses setiap orang.

Penulis studi Tamar Gefen, calon psikolog klinik dari University Feinberg School of Medicine mengatakan, tes ini membedakan antara mengenali wajah dan menentukan nama tokoh terkenal. Tes ini dapat mengidentifikasi tipe spesifik penurunan kemampuan kognitif yang dimiliki seseorang.

Untuk membuat tes ini, Gefen dan timnya melakukan percobaan pada 30 responden. Para responden diketahui memiliki aphasia progresif primer, demensia tahap awal yang mempengaruhi ingatan bahasa. Meskipun responden yang dilibatkan dalam penelitian berusia rata-rata 62 tahun, aphasia progresif primer bisa menyerang orang usia akhir 40-an.

Setiap responden diminta untuk mengindentifikasi 20 wajah tokoh terkenal yang dicetak dalam kertas. Karena peserta berusia 60-an, maka tokoh-tokoh terkenal yang tertera disesuaikan dengan zaman mereka seperti John F. Kennedy, Pepe John Paul II, Liza Minnelli, Condoleezza Rice, dan Oprah Winfrey.

Selain hanya mengenali wajah, tes ini juga dilengkapi pada menyebutkan detail kehidupan tokoh yang paling umum. Seperti setiap melihat wajah Albert Einstein, responden perlu menyebutkan "peneliti atau E=MC2), dan sebagainya.

Para peneliti menemukan, orang yang mengalami demensia memiliki skor rata-rata 79 persen untuk tes mengenali wajah tokoh, dan 46 persen untuk tes detail kehidupan tokoh. Sebaliknya, kelompok kontrol tanpa aphasia memiliki skor 97 persen dan 93 persen.

Tes lanjutan dengan alat pemindai aktivitas otak (MRI) mengungkapkan pola kerusakan otak orang yang memiliki aphasia. Orang yang kesulitan mengingat wajah lebih mungkin untuk mengalami kerusakan jaringan otak pada lobus temporalis kiri. Sedangkan orang yang kesulitan mengingat detail cenderung mengalami kerusakan pada kedua sisi lobus temporalis.

"Selain membantu mengindentifikasi demensia tahap awal, tes ini juga dapat menjelaskan bagaimana otak bekerja untuk mengingat," pungkas Gefen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.