Kompas.com - 21/11/2013, 13:22 WIB
Menus Soedibyo harus menjalani enam kali program bayi tabung hingga berhasil melahirkan sepasang bayi kembar, Mahaputeri dan Mahaputera. Unoviana Kartika S.Menus Soedibyo harus menjalani enam kali program bayi tabung hingga berhasil melahirkan sepasang bayi kembar, Mahaputeri dan Mahaputera.
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com — Segera memiliki momongan setelah menikah adalah impian bagi kebanyakan pasangan suami istri. Setahun, dua tahun menunggu karunia itu datang mungkin masih dikatakan wajar. Namun, tidak bagi Menus Soedibyo (49). Perempuan yang kini telah dikaruniai sepasang anak kembar ini harus menunggu hingga tujuh tahun perjuangan dengan total enam tahun menjalani program bayi tabung.

Menus berkisah, setahun setelah pernikahannya di tahun 1991, ia memutuskan untuk mengikuti program reproduksi dengan teknologi berbantu. Ia melakukannya bukan tanpa alasan. Jarak usia yang terpaut delapan belas tahun dengan suaminyalah yang membuatnya demikian. Wanita berparas ayu itu sedikit khawatir dengan usia suaminya yang sudah tak muda lagi untuk segera punya anak.

Awalnya, Menus melakukan upaya inseminasi, yaitu teknologi yang prinsipnya memilih sel sperma yang terbaik dari suami yang sebelumnya diproses di laboratorium. Kemudian sperma tersebut dibantu untuk masuk ke dalam saluran vagina istri agar lebih mudah mencapai sel telur.

Sayangnya, upaya yang dilakukannya itu belum membuahkan hasil, Menus pun kembali mencoba inseminasi setelah beberapa bulan berselang. Hasilnya pun ternyata masih mengecewakan.

Menus tidak putus asa, dia pun beralih ke metode yang berpeluang lebih besar, yaitu bayi tabung. Menurut Ivan Sini, dokter spesialis kebidanan dari RS Bunda, bayi tabung memang memiliki tingkat keberhasilan paling besar daripada program reproduksi dengan teknologi berbantu lainnya.

Tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 40-45 persen, khususnya bagi wanita di bawah usia 35 tahun. Sebagai perbandingan, untuk inseminasi, tingkat keberhasilannya yaitu sekitar 10-15 persen.

Saat itu, Menus melakukan upaya tersebut di Singapura. Ternyata selain menginginkan keberhasilan memiliki momongan, dia juga ingin dilayani dengan lebih baik.

"Di rumah sakit tempat saya melakukan inseminasi dulu, saya kurang mendapat privasi, jadi saat itu saya mencari yang pelayanan non-medisnya juga baik. Waktu itu, teman menyarankan untuk pergi ke Singapura, ya saya ikuti," jelasnya.

Menjalani program tersebut ternyata tidak semudah yang diperkirakan Menus sebelumnya. Selama berminggu-minggu, Menus harus menetap di Singapura, artinya dia harus terpisah dengan suaminya yang dinas di Indonesia. Ditambah lagi, program tersebut menuntut Menus untuk tetap sehat dan berkali-kali disuntik hormon guna membuat tubuhnya subur.

Usaha tersebut sempat membuahkan hasil, Menus dinyatakan hamil. Namun, tak lama berselang, dia mengalami keguguran. Kendati demikian, Menus tidak putus asa, dia masih mau mencoba program bayi tabung lagi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.