Kompas.com - 29/12/2013, 18:06 WIB
Ilustrasi jalan kaki ShutterstockIlustrasi jalan kaki
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com
- Tak terasa kita telah sampai di penghujung tahun 2013. Selama tahun ini pula banyak tren kesehatan yang datang silih berganti.

Khususnya di bidang olahraga, 2013 menjadi tahun yang dipenuhi lomba lari yang tidak pernah sepi peminat. Itulah salah satu indikator bahwa olahraga lari tengah digandrungi di tengah masyarakat dari berbagai kalangan.

Namun seperti yang sudah-sudah, tren selalu berubah seiring waktu. Dan di tahun 2014, apakah lari masih menjadi olahraga yang menjadi tren? Atau terjadi persegeran ke jenis olahraga lainnya?

Menurut trainer fitnes Nano Oerip, di kalangan tertentu, olahraga lari sudah menjadi gaya hidup. Jadi meski tren sudah bergeser pun, olahraga lari diprediksikan tetap menjadi olahraga yang diminati.

"Tapi jika dilihat trennya, kelihatannya tahun depan lari masih menyerap animo. Apalagi tahun depan sudah dijadwalkan sejumlah lomba lari," ujarnya saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain lari, ada pula olahraga yang cukup populer di 2013 seperti CrossFit, zumba, atau yoga pun diprediksi tidak akan kehilangan peminat di tahun depan. Terutama bagi mereka yang sudah cukup rutin melakukannya.

Sementara itu, menurut dokter pemerhati gaya hidup sekaligus spesialis penyakit dalam Irsyal Rusad, olahraga jalan kaki mungkin ke depannya akan lebih banyak diminati. Ini karena olahraga ini mudah, murah, dan tidak perlu aksesoris yang mahal. Selain itu, olahraga jalan kaki juga relatif aman dilakukan oleh siapa saja.

"Hanya saja, khususnya di Jakarta agar memperbanyak track khusus untuk itu. Ini agar orang semakin banyak berjalan kaki seperti di kota-kota lain di luar negeri. Fasilitas pedestrian perlu diperbaiki agar aman dan nyaman untuk digunakan berjalan," ujarnya saat dihubungi melalui surat elektronik Jumat (27/12/2013).

Irsyal mengatakan, olahraga apa saja sebetulnya bermanfaat untuk kesehatan kita. Sekitar 60 persen dari penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, jantung, stroke dan bahkan beberapa penyakit keganasan dapat dicegah atau dikurangi resikonya dengan gaya hidup sehat, misalnya dengan olahraga.

Namun agar manfaatnya dapat dirasakan, lanjut dia, perlu diperhatikan intensitas dan kontinuitasnya. "Menurut penelitian paling tidak setiap hari sekitar 30 menit dan lima kali dalam satu minggu," ujarnya.

Supaya olahraga dapat rutin dilakukan, Irsyal menyarankan supaya tidak hanya mengikuti jenis yang sedang tren saja. Sebaliknya, pilihlah olahraga yang benar-benar Anda gemari dan senangi agar Anda pun menikmati saat melakukannya.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X