Kompas.com - 17/02/2014, 09:28 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS — Selain dipengaruhi faktor usia, katarak juga dipengaruhi paparan sinar ultraviolet yang berlebihan. Indonesia yang berada di daerah tropis dengan sinar matahari berlimpah, penduduknya harus lebih waspada terhadap kemungkinan terkena katarak.

”Pergunakan kacamata secara tepat untuk mencegah paparan ultraviolet yang berlebih,” kata dr Darwan M Purba, Direktur Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center (JEC) Kedoya, Sabtu (15/2), di Jakarta.

Katarak menyumbang 70 persen dari total 3,6 juta kasus kebutaan di Indonesia. ”Karena itu, katarak harus mendapat perhatian lebih” kata Darwan.

Katarak (endophthalmitis) merupakan infeksi mikroba berupa peradangan berat pada seluruh jaringan intraokular. Infeksi ini biasanya disertai rasa nyeri, kemerahan pada konjungtiva, serta bisa menyebabkan kebutaan. Jumlah penderita katarak di Indonesia terbesar ketiga di dunia, serta urutan pertama untuk kawasan Asia Tenggara.

Menurut dr Setiyo Budi Riyanto, spesialis mata yang juga Direktur Medik JEC Kedoya, katarak paling banyak ditemukan pada orang berusia lanjut, terutama di atas 50 tahun. Katarak tidak bisa ditangani dengan obat, tetapi harus ditangani melalui operasi. Kacamata hanya berfungsi mengurangi sementara kaburnya penglihatan.

Operasi katarak menggunakan pisau merupakan metode umum untuk memecahkan atau menghilangkan kekeruhan pada lensa. Namun, sejak dua tahun terakhir, RS JEC Kedoya telah melakukan metode operasi tanpa pisau atau bledeless laser cataract surgery dengan keberhasilan nol persen infeksi. ”JEC Kedoya telah melakukan 5.455 operasi katarak dari 2012-2014 dan tak ada infeksi pascaoperasi,” kata Darwan.

Pada operasi katarak dengan cara lama, kornea dibuka dan dilakukan pembedahan sepanjang 5-7 milimeter. Sementara pada operasi ini hanya membuka 1,4–2,2 milimeter. Dengan demikian, masa penyembuhan jauh lebih cepat. (A10)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Chancroid
Chancroid
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.