Kompas.com - 11/03/2014, 10:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Sejak dulu dokter selalu mengimbau untuk menghabiskan dosis antibiotik yang diberikannya. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik sehingga menyebabkan pengobatan yang selanjutnya lebih sulit dilakukan.

Namun ternyata, antibiotik tidak selamanya harus dihabiskan. Pasalnya, menghabiskan dosis antibiotik yang tidak tepat sasaran justru akan mempercepat resistensi bakteri.

Menurut dokter spesialis anak Purnawati Pujiarto, jika penyakitnya disebabkan oleh infeksi bakteri, maka pemberian antibiotik tepat. Sedangkan jika infeksi virus, maka pemberian antibiotik justru akan membunuh bakteri yang sudah ada di dalam tubuh yang tidak ada hubungannya dengan penyakit.

"Jadi jika pemberian antibiotik salah sasaran, buat apa dihabiskan?" ujar aktivis dari Yayasan Orangtua Peduli (YOP) ini dalam sebuah diskusi kesehatan bertajuk "Bakteri: Kawan atau Lawan?" Kamis (6/3/2014) lalu di Jakarta.

Ibaratnya, lanjut Purnawati, kalau mau pergi ke suatu tempat tapi salah arah, apakah dilanjutkan sampai ujung pemberhentian yang salah arah itu? Maka menurut Purnawati, kesalahan mengonsumsi antibiotik perlu dihentikan sesegera mungkin.

Untuk menghindari kesalahan, maka sebelum mengonsumsi antibiotik, sebaiknya perlu dipastikan penyebab penyakit yang dialami untuk mencegah kesalahan sasaran antibiotik.

Menurut Purnawati, penyakit kebanyakan penyakit disebabkan oleh infeksi virus bukan bakteri. Maka, pemberian antibiotik untuk penyembuhan penyakit justru seringkali tidak tepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Purnawati menuturkan, yang kebanyakan terjadi selama ini dokter memberikan antibiotik untuk jaga-jaga kalau infeksi yang dialami konsumen adalah infeksi bakteri. Biasanya diberikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

"Karena hasil laboratorium tidak bisa keluar saat itu juga, membutuhkan waktu satu sampai dua hari. Maka jika terbukt infeksinya bukan karena bakteri, konsumsi antibiotik dihentikan saja."

Sebaliknya jika terdapat infeksi bakteri, maka antibiotik perlu dikonsumsi sesuai dengan dosis. Misalnya pada penyakit tuberkulosis (TB) yang membutuhkan pengobatan selama enam bulan.

"Kalau kondisi sudah membaik di bulan ketiga atau keempat, maka konsumsi antibiotik belum boleh dihentikan karena akan memicu resistensi bakteri TB di dalam tubuh," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Tinnitus
Tinnitus
PENYAKIT
Coulrophobia
Coulrophobia
PENYAKIT
Rabun
Rabun
PENYAKIT
Penis Lecet
Penis Lecet
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.