Kompas.com - 04/06/2014, 08:41 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -- Kontrasepsi oral atau dikenal dengan pil KB menjadi andalan banyak wanita untuk menjarangkan kehamilan. Namun, sebaiknya penggunaan pil KB tidak dilakukan selama bertahun-tahun tanpa dihentikan. Pasalnya, hal itu bisa menjadi salah satu pemicu kanker payudara.

Dokter spesialis bedah konsultan payudara Alfiah Amiruddin mengatakan, penggunaan pil KB dalam jangka waktu panjang tanpa dihentikan hingga 10 tahun bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker payudara, terutama jika pil KB merupakan jenis yang murni, tanpa kombinasi.

"Misalnya pil KB yang terdiri dari estrogen saja dan dikonsumsi selama bertahun-tahun, itu bisa memicu kanker payudara," kata Alfiah dalam media workshop bertajuk "Perawatan Menyeluruh Seputar Kesehatan Payudara" di Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Menurut Alfiah, itulah kenapa dokter kebidanan biasanya merekomendasikan jenis pil KB lain setelah konsumsi suatu jenis pil KB dalam jangka waktu tertentu. Ia mengatakan, jika tujuannya untuk mencegah kehamilan, maka cara kontrasepsi selain pil KB mungkin bisa digunakan.

"Pil KB kombinasi lebih aman daripada yang pure," kata dokter dari RS Mitra Kemayoran ini.

Risiko kanker payudara dari konsumsi pil KB ini berhubungan dengan perubahan hormonal yang terjadi dalam tubuh wanita. Perubahan hormonal sejatinya dipengaruhi oleh cara kerja pil KB itu yang meningkatkan kadar hormon wanita, khususnya hormon estrogen dan progesteron.

Peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh dapat mencegah ovulasi. Jika tidak terjadi ovulasi maka sel telur tidak akan bisa dibuahi oleh sperma karena belum matang. Itulah kenapa kehamilan tidak akan terjadi saat seorang wanita mengonsumsi pil KB.

Sementara itu, estrogen yang berlebihan di dalam tubuh diketahui sebagai faktor risiko dari pembentukan kanker, termasuk payudara. Hormon estrogen berlebihan memengaruhi pertumbuhan sel-sel menjadi lebih cepat hingga tidak terkendali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.