Kompas.com - 09/08/2014, 10:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com —
Makanan yang didominasi oleh santan, gula, minyak, bumbu penyedap, dan bahan makanan serba daging dipastikan menjadi menu utama saat Lebaran. Namun, risiko jelas muncul saat Anda mengonsumsi makanan tersebut, salah satunya kolesterol.

Studi terbaru mengenai penyakit kolesterol tinggi ternyata penyakit ini dampaknya melampaui risiko serangan jantung dan stroke. Selain itu, kolesterol tinggi bisa menurun pada anggota keluarga dan dapat terjadi tanpa tanda-tanda peringatan dini. Itu sebabnya Anda harus segera cek kadar kolesterol  Anda. Lalu, siapa saja yang harus rutin cek kadar kolesterol?

Pengguna suplemen peningkat hormon
Jika Anda pengguna berbagai produk peningkat hormon, seperti bagi wanita yang ingin hamil, atau pria yang mengonsumsi suplemen dan vitamin tertentu, cek efek samping produk yang Anda konsumsi tersebut. Para peneliti dari Duke Cancer Institute memaparkan terlalu banyaknya kandungan hormon pertumbuhan dan penyebaran pemicu kanker payudara, seperti uji efek samping dari obat yang mengandung hormon estrogen pada tikus.

Penderita kolesterol tinggi (LDL)
Jika Anda terlalu sering merasakan nyeri atau sakit pada area tengkuk kepala belakang dan kepala, Anda harus segera menguji kadar kolesterol. Kolesterol mengandung plak amyloid yang menyebabkan penyakit yang menyerang otak pada usia tertentu, seperti demensia dan Alzheimer, seperti yang dilaporkan oleh studi di JAMA Neurologi.

Gemar makanan berkolesterol tinggi
Anda rutin mengonsumsi makanan olahan daging yang dikemas dengan cara dipanggang atau digoreng? Hati-hati. Akibat buruknya bagi tubuh manusia selain kolesterol dan stroke, menurut penelitan di Jurnal Nutrisi, adalah menurunnya fungsi pendengaran dan rasa ngilu serta nyeri di area pinggang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Penyakit Paget
Penyakit Paget
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.